BerandaARTIKEL UTAMAAtasi Krisis Air, Warga...

Atasi Krisis Air, Warga di Nggawut – Mabar Patungan Beli Tanah yang Miliki Mata Air

Labuan Bajo, Floresa.coKrisis air masih menjadi masalah serius bagi Warga Nggawut, Desa Lawi, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.

Berbagai cara ditempuh warga agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, belasan kepala keluarga rela patungan membeli tanah yang memiliki mata air.

“Kami rela membeli tanah dari salah satu warga kampung Rembong yang ada sumber mata air di dalamnya demi memenuhi kebutuhan air di musim kering,” kata tokoh masyarakat Nggawut, Martinus Tara kepada Floresa.co pekan lalu.

Nggawut merupakan kampung yang terletak di perbatasan Mabar dan Manggarai. Sementara, Rembong ialah kampung tetangga namun berada di wilayah administrasi kabupaten Manggarai.

Hingga hari ini, belasan kepala keluarga itu baru mampu membayar 5 juta rupiah dari 12 juta rupiah yang ditetapkan pemilik tanah.

“Jika tahun ini kami tidak bisa melunasi sisanya, tanah tersebut akan diambil lagi oleh pemiliknya,” ujarnya.  

Menurut Martinus, krisis air di kampungnya itu bukan disebabkan debit yang kecil, tetapi infastruktur air yang belum memadai.

“Seharusnya ada embung yang bisa menampung lalu airnya dialirkan ke kampung,” katanya.

Bertahun-tahun Alami Krisis Air, Warga Nggawut-Mabar Minta Perhatian Pemda

Sementara, sumber lain mengatakan, pada musim kering, sebagian warga harus merogoh kocek 50 hingga 150 ribu untuk membeli air milik warga Rembong.

Namun, yang tidak tidak mampu terpaksa menimba air di sungai Pelur dan sungai Jong yang letaknya cukup jauh dari Nggawut.

“Kami berharap semoga ke depanya Pemda Mabar memperhatikan persoalan ini,” kata sumber tersebut.

Gabrin Anggur/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

10 Pelukis asa NTT Gelar Pameran Lukisan di TIM

Jakarta, Floresa.co - 10 orang pelukis asal Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Konservasi vs Investasi

Oleh: GREGORIUS AFIOMA, Peneliti pada Sunspirit for Justice and Peace Pemerintah perlu...

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.