BerandaARTIKEL UTAMAEsok, BPN Matim Bagikan...

Esok, BPN Matim Bagikan Sertifikat Tanah kepada Warga Kelurahan Satar Peot

Borong, Floresa.co – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membagikan 594 sertifikat kepada warga Kelurahan Satar Peot Kecamatan Borong, Kamis esok, 9 Januari 2019.

Pembagian sertifikat yang merupakan bagian dari proyek operasi nasional tanah (Prona) tahun 2018 itu akan berlangsung di Kantor Dinas Pertanahan Matim di Peot.

“Besok, kelurahan Sater Peot akan dibagikan sejumlah 594 dari target 680 sertifikat,” kata Kepala BPN Matim, Elisabet Nggai kepada Floresa.co, Selasa, 8 Desember 2018.

“Jadi PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap-red) ini, semua tanah diukur lengkap,” tambahnya.

Untuk Kecamatan Borong, selain warga Kelurahan Satar Peot, yang juga mendapat pembagian sertifikat program tahun 2018 tersebut ialah warga dari tujuh desa dan kelurahan.

“Desa Nanga Labang dari target 350 yang terealisai 281;  Ngampang Mas, targetnya 40, realisasi 31;Golo Kantar dari target 100 sertifikat, realisasi 78; Kelurahan Kota Ndora, dari target 330, yang terealisasi sejumlah 291 sertifikat,” katanya kepadFloresa.co, Selasa, 8 Januari 2019.

Masih di Kecamatan Borong, terdapat juga warga dari Kelurahan Rana Loba. Dari 10 sertifikat yang jadi target, semuanya terealisai. Sementara, untuk Desa Bangka Kantar, dari target 200 sertifikat, yang terealisasi 139 buah.

Dan yang terakhir ialah Desa Compang Ndejing, dari 50 sertifikat menjadi target, realisasinya 44.

Selain itu, dari Kecamatan Kota Komba, sertifikat yang akan dibagikan menyasar warga di lima desa dan keluarahan, yakni, Desa Watu Nggene yang terealisasi 948 dari target 1.125 buah. Desa Rongga Koe, targetnya 364 buah, realisasi 361. Desa Ruan dari target 1311 buah, realisasinya 985.

“Desa Rana Kolong, target 400, sertifikatnya 360serta Desa Pong Ruang dari target 400, realisasinya, 280,” rincinya.

Sementara untuk Kecamatan Poco Ranaka, hanya Desa Satar Kampas yang mendapat sertifikat. Jumlahnya 96 buah dari target 130.

Lalu, yang terkahir ialah Desa Lalang di Kecamatan Rana Mese. Dari target 10 setifikat, yang terealisasi 7 buah.

Secar keseluruhan, total sertifikat yang diproses selama tahun 2018 dan akan dibagikan ialah 4.500 buah.

Rencananya, pembagian sertifikat tersebut secara simbolik oleh Bupati Andreas Agas kepada perwakilan warga.

Pada awal tahun lalu, BPN Matim juga membagikan 5.852 sertifikat.

ARJ/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Galeri: Aksi Warga Compang Longgo, Mabar Tuntut Pemerintah Perbaiki Bendungan Rusak

Floresa.co - Masyarakat Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,...

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Saat Generasi Penenun Songke Semakin Tua, Karya Intelektual Perempuan Adat Manggarai ini Kian Suram

Rendahnya penghasilan dari menenun, membuat sejumlah ibu-ibu penenun muda di Lamba Leda Utara berhenti dari pekerjaan tersebut. Dan biasanya, di antara mereka memilih merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Pasca UNESCO dan IUCN Kunjungi Taman Nasional Komodo, Meluruskan Klaim Pemerintah

Kami mencatat setidaknya empat klaim pemerintah yang perlu diluruskan karena mengabaikan fakta. Keempatnya, adalah terkait penyangkalan akan keberadaan resort wisata di Loh Buaya, soal dialog dengan warga Kampung Komodo, penyangkalan perubahan zonasi untuk bisnis wisata di TNK serta ketidakterbukaan informasi soal konsesi bisnis perusahaan-perusahaan swasta.

Hadang Penggusuran Kebunnya untuk Proyek Pariwisata, Warga di Labuan Bajo Sempat Ditangkap Polisi

Kebun jati milik warga ini digusur untuk pembukaan jalan ke area 400 hektar di Hutan Bowosie, yang akan dikembangkan menjadi kawasan bisnis pariwisata, bagian dari proyek strategis nasional.

Surat Permohonan Maaf Guru THL kepada Kadis PK Matim

Borong, Floresa.co – Polemik guru tenaga harian lepas (THL) di Manggarai...