BerandaARTIKEL UTAMAWarga Ruteng Geger dengan...

Warga Ruteng Geger dengan Penemuan Kulit Kepala Manusia

Ruteng, Floresa.co – Warga di Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai geger dengan penemuan kulit kepala manusia di daerah Pongara, RT 014/RW 005, Kelurahan Pitak, Selasa, 8 Januari 2019.

Lapisan kulit berambut lebat itu ditemukan di salah satu ruangan di rumah belakang bengkel otomotif milik salah seorang warga, Texy Waren (40). Texy menemukannya saat bangun pagi sekitar pukul 06.30 Wita.

“Saat saya bangun, saya lihat anjing gigit kulit itu. Awalnya saya mengira kulit binatang. Tapi, setelah saya perhatikan, kelihatannya mirip kulit kepala manusia,” ujar Texy.

Texy pun melaporkan hal itu kepada Ketua RT 014, Kanisius Erom. Lalu, mereka menghubungi Babinkamtibmas Kelurahan Pitak, Bripka Ady Jaka. Sekitar pukul 10.00 Wita, Bripka Ady mendatangi lokasi.

Setelah memeriksa ‘kulit berambut’ itu, polisi membawanya ke RSUD Dokter Ben Mboy Ruteng untuk dilakukan pemeriksaan.

Setibanya di RSUD, dokter yang melakukan pemeriksaan menyatakan bahwa kulit berambut tersebut benar-benar kulit kepala manusia.

“Dokter Aurelia Liliweri di UGD RSUD Ruteng yang periksa. Pengamatan luar yang dilakukan dokter tadi menyatakan betul itu kulit kepala manusia. Tapi tidak memastikan apakah itu laki-laki atau perempuan. Masih butuh penyelidikan lebih lanjut,” ujar Bripka Ady.

Kini, kulit kepala manusia itu diamankan di Polres Manggarai untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kanisius Erom mengatakan, pihaknya sudah memeriksa keberadaan seluruh warganya dan tak ada satu pun warga yang hilang.

Ia meminta aparat untuk mengusut lebih lanjut asal usul kulit kepala manusia tersebut.

EYS/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.