BerandaARTIKEL UTAMAWacana Kenaikan Tarif ke...

Wacana Kenaikan Tarif ke TNK, Bupati: Jangan Terpancing Hal yang Belum Jelas

LabuanBajo, Floresa.co Bupati Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Ch Dula menyarankan pelaku wisata di kabupaten itu tidak terpancing oleh pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat yang ingin menaikkan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK).

Menurut Dula, pernyataan Laiskodat itu bukan sebuah kebijakan atau keputusan yang harus ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku wisata.

Pasalnya, belum ada perubahan peraturan kenaikan tarif masuk TNK. 

“Saya berharap jangan mudah terpancing oleh sesuatu yang belum jelas,” kata Dula kepada beberapa perwakilan kelompok pelaku pariwisata Mabar yang menemuinya, Selasa, 18 Desember 2018.

Ia mengatakan, tarif masuk TNK memiliki regulasi tersendiri, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun dari Pemda Mabar.

BACA JUGA: Pelaku Pariwisata Desak DPRD Mabar Bersikap Terkait Wacana Kenaikan Tiket Masuk TNK

“Hingga saat ini, penerapan tarif masih mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2014 tentang PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan Peraturan Daerah Manggarai Barat nomor 1 tahun 2018,” ujarnya.

Tarif yang berlaku saat ini untuk wisatawan mancanegara adalah sebesar Rp 350 ribu. Laiskodat menginginkan agar dinaikkan hingga 500 dolar Amerika Serikat atau setara Rp 7,5 juta.

“Pernyataan gubernur itu sebuah wacana yang belum menjadi kebijakan atau keputusan. Artinya, akan menjadi keputusan setelah dikaji secara teknis sesuai kewenangan yang diatur undang-undang,” tegas Dula.

BACA JUGA: Baca Pernyataan Laiskodat, Wisatawan Asing Batal ke Komodo

Ia juga mengatakan, dirinya sependapat dengan Laiskodat jika wacana yang dilontarkan itu bertujuan melestarikan Komodo.

Namun, ia menegaskan, besaran kenaikan tarifnya harus melalui kajian mendalam. 

“Kita juga ingin agar anak cucu kita bisa melihat Komodo. (Tetapi) mahal (tarifnya) berapa, harus dikaji terlebih dahulu, karena saat ini belum ada pembahasan secara teknis,” ujarnya.

Agar wisatawan tetap berkunjung ke Labuan Bajo, Dula berharap agar semua yang berkepentingan, baik Pemda Mabar maupun pelaku pariwisata memberikan pemahaman kepada wisatawan agar tidak terpengaruh wacana tersebut yang membuat mereka mengurungkan niat ke Labuan Bajo. 

BACA JUGA: Terkait Wacana Kenaikan Tarif ke Komodo, Pelaku Pariwisata Minta Laiskodat Minta Maaf

“Kepada wisatawan, tetap datang ke Labuan Bajo. Apalagi kita sedang mengejar terget wisatawan 500.000 orang,” ujarnya.

Sebelumnya, kelompok pelaku periwisata yang terdiri dari ASITA, Formapp Mabar, HPI Mabar, Perhimpunan Hotel dan Restoran, Swiss Contact, Perhimpunan Taxi Labuan Bajo dan beberapa lainnya mendatangi kantor DPRD Mabar untuk mengadukan hal yang sama.

Mereka meminta DPRD  bersikap terhadap persoalan tersebut sehingga tidak menimbulkan kerugian lebih besar kepada seluruh masyarakat Mabar dan khususnya pelaku pariwisata.

ARJ/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

10 Pelukis asa NTT Gelar Pameran Lukisan di TIM

Jakarta, Floresa.co - 10 orang pelukis asal Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Konservasi vs Investasi

Oleh: GREGORIUS AFIOMA, Peneliti pada Sunspirit for Justice and Peace Pemerintah perlu...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.