BerandaARTIKEL UTAMAManggarai Istimewa di Mata...

Manggarai Istimewa di Mata Bank Central Asia

Ruteng, Floresa.co – Bank Central Asia (BCA) resmi beroperasi di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, NTT mulai Kamis, 6 Desember 2018. Dengan beroperasinya kantor cabang pembantu (KCP) Ruteng, BCA sudah memiliki 860 KCP di seluruh Indonesia.

Mendirikan KCP di daerah-daerah bukan perkara mudah bagi bank swasta ternama itu. Pasalnya, mereka mempertimbangkan banyak hal, termasuk keterbatasan jaringan.

Namun Ruteng khususnya dan Manggarai umumnya memiliki keistimewaan tersendiri sehingga BCA berani mendirikan KCP kedua setelah KCP Kupang.

“Ruteng (Manggarai) ini istimewa,” ujar Kepala Kanwil IV BCA Hendrik Sia dalam sambutannya.

Manggarai, kata Hendrik, merupakan kabupaten dengan perkembangan ekonomi yang sangat baik. Posisi Manggarai saat ini berada pada urutan ketiga setelah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Manggarai juga memiliki potensi bisnis yang terus berkembang. Antara lain, perdagangan, hasil bumi, dan pariwisata.

Keberadaan KCP BCA di wilayah itu, selain memudahkan transaksi nasabah, diharapkan juga bisa berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.

Kepala Pengembangan Bisnis dan Kredit BCA Cabang Kupang Hadrianus Djedoma menambahkan, Manggarai memiliki potensi ekonomi berkelanjutan dengan basis pertanian dan perdagangan.

Selain itu, penyerapan dana pihak ketiga di Manggarai cukup tinggi. Dari total Rp27 Triliun dana pihak ketiga yang terserap di NTT, Manggarai berada pada posisi ketiga setelah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Itu sebabnya Ruteng atau Manggarai ini istimewa,” kata Hadrianus.

Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur yang meresmikan kantor tersebut mengatakan, kini semakin banyak lembaga keuangan bank yang masuk ke daerahnya.

Ia berharap lembaga-lembaga keuangan tersebut bisa bersaing secara sehat dan bertumbuh pesat seiring pertumbuhan ekonomi rakyat Manggarai.

Kehadiran lembaga-lembaga keuangan, termasuk BCA, akan membantu masyarakat untuk memperoleh sumber pembiayaan lain selain sumber pembiayaan yang sudah ada sebelumnya.

Hal tersebut tentu akan membantu masyarakat dan pemerintah untuk mendongkrak perekonomian di daerah itu. Ia juga berpesan agar BCA bisa menjangkau petani potensi ekonominya berkembang menuju level yang lebih baik.

“Semoga melalui kerja sama dengan lembaga keuangan, potensi ekonomi mereka (petani) akan mencapai level yang lebih baik,” ujarnya.

KCP BCA Ruteng beralamat di Jalan Yos Sudarso, Mbaumuku, Ruteng. Berada di tempat strategis di pusat kota Ruteng, KCP BCA memiliki gedung yang representatif dan dilengkapi sarana prasarana memadai.

NJM/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Mengapa Dirut BPOLBF Berani Klaim ‘Telah Sediakan 50 Destinasi Alternatif di Labuan Bajo’ Pada Momen Kenaikan Tarif ke TN Komodo?  

Pelaku wisata menduga bahwa salah satu alasan di balik kenaiktan tarif ini ialah karena laporan pihak BPOLBF yang mengklaim telah menyediakan 50-an destinasi alternatif di Labuan Bajo. Direktur BPOLF, Shana Fatina diduga memiliki peran dan berkepentingan di balik kebijakan kontroversi ini.

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Pelaku Wisata Kepung Hotel Local Collection, Tuntut Pembatalan Launching Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Aksi massa ini adalah bagian dari rangkaian agenda penolakan kenaikan tarif masuk TN Komodo dengan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA yang secara resmi diluncurkan 29 Juli dan akan berlaku mulai 1 Agustus 2022.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah dan Masih Mengantongi Izin Investasi di Taman Nasional Komodo  

Selama sekitar dua dekade terakhir, Taman Nasional Komodo menjadi bancakan investor untuk mengais rupiah. Meskipun berstatus wilayah konservasi binatang purba komodo, namun perusahaan-perusahaan masih mendapat izin investasi.

Pemda Mabar Surati KLHK, Desak Tinjau Kebijakan ‘Kenaikan Tarif ke TN Komodo’  

“Berdasarkan tuntutan masyarakat pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam Formapp-Mabar dan untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, maka Pemda Mabar memohon untuk mempertimbangkan dan menunjau kembali rencana pembatasan kuota dan kenikan tarif masuk sebesar 3.750.000 rupiah per orang per tahun,” demikian bunyi surat itu.