BerandaARTIKEL UTAMAUsai Matim Expo 2018,...

Usai Matim Expo 2018, Sampah Hiasi Lapangan Pameran Muara Wae Bobo

Borong, Floresa.co – Lapangan pameran milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) di muara sungai Wae Bobo dihiasi sampah, usai kegiatan pameran investasi atau Expo Matim 2018.

Pantauan Floresa.co, Rabu sore, 5 Desember 2018, aneka jenis sampah berserakan di lokasi itu.

Tampak banyak botol air mineral, botol dan gelas minuman ringan, kotak makanan berbahan plastik, bungkusan rokok, bungkusan snack dan jenis sampah lainnya berserakan di permukaan lapangan tersebut.

Menurut pengakuan Ahmad salah seorang warga yang dijumpai di sekitar lapangan itu, sampah-sampah itu berserakan sejak kegiatan Expo Matim 2018 usai digelar.

“Sampah-sampah ini disini sejak selesai kegiatan pameran Expo Matim (2018) kemarin itu,” ujar Ahmad.

Ia menyayangkan sikap panitia kagiatan itu yang membiarkan sampah-sampah itu berserakan di lapangan tersebut.

“Ini contoh kecil gambaran pemerintah kita. Padahal ini kan kegiatan mereka, tapi kok sampah-sampah dibiarkan begitu saja, tidak dibersihkan.” ujarnya.

Menurutnya, akibat sampah-sampah yang tidak terurus itu, keindahan pantai di sekitar lapangan itu pun tercoreng.

BACA JUGA: 

Ia berharap agar penyelenggara kegiatan tersebut segera membersihkan sampah-sampah di lapangan itu.

“Karena sampah-sampah plastik ini kan bisa berdampak buruk pada lingkungan,” tutupnya.

Kegiatan Expo Matim 2018 diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, sejak 14 November hingga 24 November 2018.

Kegiatan yang bertujuan menampilkan produk unggulan daerah seperti: pertanian, perkebunan, pariwisata, kelautan dan perikanan serta perdagangan dan jasa usaha lainnya; hasil kerajinan dan industri; kuliner khas Matim dari pangan lokal; sanggar tari dan seni budaya itu, kini menyisakan sampah-sampah yang tak terurus.

Rosis Adir/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Mengapa Dirut BPOLBF Berani Klaim ‘Telah Sediakan 50 Destinasi Alternatif di Labuan Bajo’ Pada Momen Kenaikan Tarif ke TN Komodo?  

Pelaku wisata menduga bahwa salah satu alasan di balik kenaiktan tarif ini ialah karena laporan pihak BPOLBF yang mengklaim telah menyediakan 50-an destinasi alternatif di Labuan Bajo. Direktur BPOLF, Shana Fatina diduga memiliki peran dan berkepentingan di balik kebijakan kontroversi ini.

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Pelaku Wisata Kepung Hotel Local Collection, Tuntut Pembatalan Launching Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Aksi massa ini adalah bagian dari rangkaian agenda penolakan kenaikan tarif masuk TN Komodo dengan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA yang secara resmi diluncurkan 29 Juli dan akan berlaku mulai 1 Agustus 2022.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah dan Masih Mengantongi Izin Investasi di Taman Nasional Komodo  

Selama sekitar dua dekade terakhir, Taman Nasional Komodo menjadi bancakan investor untuk mengais rupiah. Meskipun berstatus wilayah konservasi binatang purba komodo, namun perusahaan-perusahaan masih mendapat izin investasi.

Pemda Mabar Surati KLHK, Desak Tinjau Kebijakan ‘Kenaikan Tarif ke TN Komodo’  

“Berdasarkan tuntutan masyarakat pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam Formapp-Mabar dan untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, maka Pemda Mabar memohon untuk mempertimbangkan dan menunjau kembali rencana pembatasan kuota dan kenikan tarif masuk sebesar 3.750.000 rupiah per orang per tahun,” demikian bunyi surat itu.