Ketua Komisi A DPRD Matim, Leonardus Santosa. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Komisi A DPRD Manggarai Timur (Matim), NTT mencoret rencana pembelajaan mobil dinas untuk bupati dan wakil bupati (Wabup) kabupaten tersebut pada rapat pembahasan APBD 2019. Pasalnya, mobil dinas sebelumnya masih baru dan layak pakai.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Leonardus Santosa saat ditemui Floresa.co usai rapat pembahasan APBD 2019 di Kantor DPRD Matim, Kamis, 29 November 2018.

Menurut politisi partai Demokrat itu, saat ini ada empat unit mobil dinas Bupati Yosep Tote dan Wabup Andreas Agas, yakni dua unit periode 2009-2014, juga dua unit periode 2014-2019.

Keduanya menjabat selama dua periode, 2009-2014 dan dilanjutkan 2014-2019. Sementara, pada Pilkada yang digelar Juli 2018 lalu, Wabup Adreas Agas terpilih menjadi bupati periode 2019-2024 yang berpasangan dengan Step Jagur.

Ia mengatakan, mobil dinas periode 2009-2014, hingga kini belum diputihkan. Sementara, mobil dinas periode 2014-2019, kondisinya masih baru.

“Rencananya, pemerintah mau putihkan mobil dinas jabatan periode 2014-2019,” ujarnya.

Namun, menurutnya, rencana pemerintah melakukan pemutihan mobil dinas periode 2014-2019 dan membeli mobil baru untuk 2019-2023 tersebut, sangat tidak tepat. Pasalnya, kata dia, mobil dinas periode 2009-2014 belum diputihkan.

“Karena dalam sistem akuntansi kita itu, first in-first out. Jadi, mobil pertama yang masuk, itu yang harus diputihkan duluan. Tetapi, ini tidak ada rencana pemutihan kendaraan lama (2009-2014), langsung diputihkan kendaraan baru (2014-2019). Kemudian merencanakan untuk membeli mobil baru untuk menggantinya. Itu kan tidak efisien,” tegas Leonardus.

Ia menjelaskan, pagu anggaran Rp1,2 miliar untuk membeli mobil dinas baru untuk bupati dan wakil bupati Matim itu, lebih baik dianggarkan untuk menjawab aspirasi masyarakat berkaitan dengan laporan bencana, penguatan infrastruktur, terutama jalan.

Rosis Adir/Floresa