BerandaARTIKEL UTAMATerkait Defita, Kades Satar...

Terkait Defita, Kades Satar Punda: Kalau Sesuai Juknis DD, Kami Bantu

Borong, Floresa.co – Kepala Desa (Kades) Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Fransiskus Hadilaus berjanji akan mengalokasikan dana desa (DD) pada 2019 mendatang untuk membantu Defita Astin (19), penyandang disabilitas di desanya.

“Kalau di Juknis (petunjuk teknis) diperbolehkan (membantu penyandang disabilitas), tahun depan pasti akan kami anggarkan untuk Defita,” ujar Fransiskus kepada Floresa.co, Jumat sore, 16 November 2018.

Ia juga berjanji untuk segera menyurati Plt Bupati Matim, Agas Andreas, memohon bantuan untuk Defita.

“Senin, pekan depan, kami akan menyurati bapa bupati, mohon bantuan untuk Defita” katanya.

BACA JUGA:

Kisah Defita, Gadis Disabilitas Asal Lamba Leda yang Ditelantarkan Pemkab Matim

Terkait Defita Penyandang Disabilitas, DPRD Matim Janji Temui Kadis Sosial

Sebelumnya, anggota DPRD Matim dari Dapil Lamba Leda, Frumensius Mensi Anam meminta agar Kades Satar Punda segera menyurati bupati dengan tembusan ke DPRD untuk meminta bantuan bagi putri dari pasangan Fransiskus Nabat (79) dan Modestasia Eme (51) tersebut.

Apabila surat itu sudah diterima bupati dan DPRD, lanjutnya, DPRD akan mengawal permohonan tersebut.

Mensi juga berjanji secepatnya menemui Kepala Dinas (Kadis) Sosial, Maksimus Ngkeros untuk menanyakan perihal program bantuan bagi penyandang disabilitas.

“Terhadap kondisi warga yang seperti ini, tentu pemerintah wajib memperhatikannya,” ujarnya Kamis siang, 15 November 2018.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Defita karena baru mengetahui bahwa sejak 2011, pemerintah tidak menepati janji untuk membantu Defita.

Rosis Adir/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rezim Penghancur di Bowosie

Persoalan Bowosie sebetulnya bukan saja soal konsep pariwisata yang pro-kapitalis, tetapi yang lebih parah ialah bagaimana agenda bisnis orang-orang kuat yang meng-capture kekuasaan. Ketakutan akan ada agenda diskriminasi terhadap hak-hak masyarakat lokal begitu kuat, karena di atas tanah leluhur masyarakat, negara “menggadaikan” hak-hak masyarakat untuk kepentingan korporasi.

Galeri: Aksi Warga Compang Longgo, Mabar Tuntut Pemerintah Perbaiki Bendungan Rusak

Floresa.co - Masyarakat Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Bantuan Rumah di Desa Perak, Cibal:  Staf Desa Jadi Penerima, Camat Protes

Ruteng, Floresa.co - Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di...

Diduga Mencemarkan Nama Baik, UNIKA St. Paulus Polisikan Pemilik Akun ‘Ishaq Catriko’

Ruteng, Floresa.co – Pihak Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng...