BerandaARTIKEL UTAMAAktivitas Tambang di Sungai...

Aktivitas Tambang di Sungai Wae Dongkong-Mabar Dikeluhkan Warga

Labuan Bajo, Floresa.co – Keberadaan tambang galian C di sungai Wae Dongkong, Desa Pantar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, meresahkan warga setempat. Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah meninjau lokasi pertambangan yang diduga milik PT Wijaya Graha Prima tersebut.

“Kami minta pemerintah untuk cek langsung di lokasi karena keberadaan dan aktivitas pertambangan ini sudah meresahkan warga,” ujar Yanto, salah seorang warga setempat, Sabtu, 10 November 2018.

Pantauan Floresa.co beberapa waktu lalu, dua unit ekskavator diparkir di tengah sungai Wae Dongkong. Sementara beberapa unit kendaraan besar dan alat berat lainnya diparkir di lahan di tepi sungai tersebut.

Warga menuturkan, kehadiran perusahan penambang itu tidak didahului dengan sosialisasi. Mereka mengaku heran karena perusahan tersebut tiba-tiba beroperasi di wilayah itu.

Aktivitas penambangan galian C tersebut telah mengubah sekaligus merusak wajah sungai Wae Dongkong. Material di bantaran sungai dikeruk eksavator dan kendaraan melintasi kali untuk mengangkut material galian.

Tak hanya melakukan penggalian dan pengerukan sungai, perusahan penambang juga menjalankan pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP) di sekitar sungai Wae Dongkong.

“Alat besar yang beroperasi di sini tentu akan mengeluarkan kepulan asap yang akan mencemari udara sekitar,” ujar Yanto.

NAN/NJM/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

10 Pelukis asa NTT Gelar Pameran Lukisan di TIM

Jakarta, Floresa.co - 10 orang pelukis asal Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Catatan Sosialisasi Kenaikan Tarif ke TN Komodo: Irman Firmansyah Ajak Berdebat Secara’Akademis’ dan Pelaku Wisata yang Kukuh Menolak  

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Irman Firmansyah memantik keributan dalam ruangan setelah mengajak siapapun untuk berdebat, dengan catatan lawannya tersebut ialah seorang akademisi. “Kalau ada yang mau berdebat akademik, saya ‘open’, tapi sesama akademisi. Kalau yang tidak juga nanti akan habis waktu,” ujarnya.

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Konservasi vs Investasi

Oleh: GREGORIUS AFIOMA, Peneliti pada Sunspirit for Justice and Peace Pemerintah perlu...