Kendaraan sedang melintas di dekat Jembatan Wae Cue di Kecamatan Satar Mese Utara. Jembatan itu tidak selesai dikerjakan, sehingga kendaraan mesti melintasi kali saat lewat di jalan ini. (Foto: Floresa)

Floresa.coDinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai menyatakan, proyek Jembatan Wae Cue di Kecamatan Satar Mese Utara memang tidak bisa dikerjakan hingga tuntas karena keterbatasan anggaran.

Pernyataan itu disampaikan oleh Yohanes Don Bosco, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek tahun anggaran 2017 itu.

Ia merespon pemberitaan Floresa.co pada 25 Oktober yang menyebut bahwa proyek itu mangkrak karena ditinggalkan begitu saja sejak tahun lalu.

BACA: Proyek Jembatan Wae Cue di Satar Mese Utara Mangkrak

John mengatakan, proyek jembatan dengan panjang 8 meter dan ketinggian sekitar 5 meter itu dikerjakan dengan pagu anggaran Rp 475 juta dengan nomenklatur Pembangunan Jembatan Wae Cue (Jaong-Wotol) + Duiker Kecamatan Satar Mese Utara.

Karena tidak selesai, pemerintah sudah menganggarkan lagi Rp 100 juta, dengan nomenklatur yang berbeda, yaitu “Pemeliharaan Rutin Wilayah Kecamatan Satar Mese Utara”.

Berikut adalah penjelasan utuh John, yang dikirim dalam bentuk pesan melalui layanan Whats App ke Floresa.co:

Untuk jembatan Wae Cue, Kecamatan Satar Mese Utara: Memang ini proyek tahun 2017. Kegiatan tahun lalu itu dengan volume yang ada terbatas sampai dengan kondisi yang ada sekarang.

Lalu, untuk lanjutannya, APBD induk tahun 2018 ini memang tidak bisa dianggarkan lagi untuk lanjutan proyek jembatan Wae Cue itu. Akhirnya kemarin kesepakatan kita dari dinas. Bahwa melalui kegiatan swakelola nanti yakni dengan nomenklatur “Pemeliharaan Rutin Wilayah Kecamatan Satar Mese Utara”.

Kemarin kita sudah ubah nomenklaturnya. Jadi nomenklaturnya itu di dokumen pelaksanaan anggaran mendahului perubahan perangkat daerah tahun anggaran 2018. Nomenklaturnya itu berubah menjadi “Rehabilitasi Pemeliharaan Rutin Wilayah Kecamatan Satar Mese Utara/Jalan Pendekat Wilayah Kecamatan Satar Mese Utara.

Jadi kalau penilaian dari teman – teman media mengatakan bahwa proyek ini mangkrak, saya pikir keliru. Sebab, pemerintah Kabupaten Manggarai sudah menganggarkan kembali di tahun 2018 ini untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut. Di dokumen anggaran lanjutan itu senilai 100 juta dengan sistem Swakelola.

Kalau kita lihat kondisi di lapangan itu, memang kendaraan itu masih melewati jalur alternatif yakni di bantaran sungai.

Kendala Dinas PU Selama Ini

Jadi kendala kita selama ini sampai belum dieksekusi ini kegiatan, karena memang mayoritas kegiatan ini harus menggunakan alat berat. Menggunakan ekxavator yang punya breker. Sebab, di bagian muka jembatan tanahnya harus digusur agar bisa rata dengan lantai jembatan Wae Cue. Karena lebih tinggi permukaan tamah tersebut. Sehingga perlu dilakukan penurunan tanah itu sekitar 1 meter lebih. Dengan tujuan kondisi tanah di muka jembatan sama tinggi dengan lantai jembatan. Sehingga akses masuk jembatan lebih luas.

Proyek Sudah Dilanjutkan Pekerjaannya

Kegiatan ini sebenarnya sudah mulai dilanjutkan dua hari yang lalu. Kendaraan juga sudah mulai beroperasi melakukan pendropingan material pasir dan batu di lokasi jembatan Wae Cue.

Hanya saja alat berat jenis exavator milik PU sedang digunakan pihak ketiga. Jadi rencananya mulai dikerjakan Minggu depan. Untuk penggusuran badan jalan yang masih tinggi di muka jembatan sehingga aksesnya lebar.

Pagu Anggaran Tahun 2017

Sementara itu, pagu anggaran tahun 2017 proyek jembatan Wae Cue panjang 8 meter lebih dan ketinggian sekitar 5 meter itu senilai 475.000.000. Nomenklatur anggaran yaitu: “Pembangunan Jembatan Wae Cue (Jaong-Wotol) + Duiker Kecamatan Satar Mese Utara.

ARJ/Floresa