Siswa utusan dari masing-masing kelas yang tampil dalam perlombaan Pidato dan Baca Puisi. (Foto: Doni Jematu).

Borong, Floresa.co – Memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober, SMP St. Stanislaus Borong, Manggarai Timur menyelenggarakan perlombaan pidato dan baca puisi pada Sabtu, 27 Oktober 2018.

Perlombaan yang digelar di Aula Paroki St. Gregorius Borong itu berlangsung meriah karena melibatkan siswa dari kelas 7 hingga 9.

Setiap kelas mengutus 2 peserta yang merupakan terbaik dari kelas masing-masing usai diseleksi wali kelas. Sementara, yang tampil sebagai jawara mendapat uang binaan dari sekolah.

Kepala Sekolah Antonius Mali dalam sambutannya mengatakan, perlombaan ini digelar, selain untuk mengembangkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga agar siswa mampu menyelami makna sumpah pemuda.

“Bukan saja untuk mencari siapa yang akan menjadi juara, tetapi lebih pada bagaimana kita mengisi kemerdekaan dan menghayati perjuangan dari para pemuda pendahulu,” katanya.

Anton mengibaratkan kehidupan pemuda seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat dan lebih berguna setelah dikumpulkan dari batang-batang lidi.

“Tetapi jika cuma sebatang saja, akan mudah patah dan rapuh. Begitu pula dengan kita, bangsa ini tidak akan goyah jika kita bersatu,” ujarnya.

Sementara, Dominikus Jematu, salah seorang guru di sekolah tersebut mengatakan, kegiatan dibuat agar siswa sadar akan persoalan sosial sebagaimana kumpulan pemuda yang dulu menggelar sumpah pemuda karena merasakan penderitaan bangsa akibat penjajahan Belanda.

“Agar mereka (siswa-siswi) kritis dan sadar akan fenomena-fenomena yang terjadi di negeri ini, terutama persoalan di sekitarnya,” katanya.

DM/ARJ/Floresa