Labuan Bajo, Floresa.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda), Manggarai Barat (Mabar) agar menata Labuan Bajo menjadi kota bersih.

“Labuan Bajo sebagai kota pariwisata, tidak boleh ada sampah,” kata Laiskodat, saat mengunjungi Panti Asuhan St. Damian Binongko, Labuan Bajo, Jumat 12 Oktober 2018.

Menurutnya, amat disayangkan jika potensi NTT, lebih khusus Labuan Bajo sebagai tempat wisata favorit tidak dioptimalkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

“NTT ini daerah kaya sebenarnya hanya belum dioptimalkan oleh pemerintah. Tugas pemkab Mabar menata Labuan Bajo agar wisatawan senang berada di sini,” ujar Laiskodat.

Pantauan Floresa.co, di kota di mana pemerintah pusat dan swasta telah menggelontorkan bermiliaran dana untuk berinvestasi, masih saja terdapat sampah yang menjadi pemandangan buruk.

Di Bukit Cinta, di Pasar Batu Cermin, di samping SD Wae Mata, dan tempat lainnya, tampak sampah menjadi pemandangan biasa.

Bahkan, di pelabuhan laut tempat wisatawan pergi dan pulang berwisata dari Taman Nasional Komodo, tak luput dari sampah. Di beberapa titik sepanjang bibir pantai juga hingga Wae Cicu, tempat wisatawan mandi dan menikmati liburannya juga tak luput dari sampah.

Begitu juga kapal wisata dan kapal penumpang, kata Kadis Lingkungan Hidup, Paulinus Pangul, turut menyumbang sampah di wilayah pantai.

Mengatasi soal itu, dilansir VictoryNews.com, 13 Agustus 2018, Wakil Bupati Maria Geong mengaku, pihaknya sudah memiliki peraturan daerah (Perda) tentang sampah di mana, warga dikenakan kurungan penjara 3 bulan dan denda hingga Rp50 juta jika membuang sampah sembarangan.

Namun, kendalanya, kata Maria, masih ada warga yang belum mengetahui Perda tersebut sehingga tidak membuat masyarakat takut membuang sampah sembarangan.

ARJ/Floresa