Borong, Floresa.co – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan belum menyerahkan mobil ambulans jatah puskesmas Bea Muring, Kecamatan Poco Ranaka.

Pasalnya, hingga hari ini mobil itu masih dipakai Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten tersebut.

Sejak 2014 hingga hari ini, Puskemas Bea Muring tidak mempunyai ambulans. Pada 2014, Dinkes sempat memberikan satu unit ambulans bekas yang sebelumnya dipakai puskesmas Borong. Namun, tidak lama digunakan karena rusak.

“Kami hanya pakai tiga bulan saja itu mobil. Setelah itu rusak dan sekarang masih di bengkel,” kata Sumber Floresa.co asal Bea Muring yang meminta namanya tidak disebutkan, Sabtu 6 Oktober 2018.

Menurut sumber tersebut, hingga saat ini, pelayanan di Puskesmas Bea Muring cukup terhambat karena ketersediaan ambulans. Maka, dia meminta Dinkes untuk segera memyerahkan ambulans tersebut.

“Selama ini di Bea Muring kesulitan mengantar pasien yang dirujuk ke RSUD Ben Boi Ruteng. Kami terpaksa pakai mobil taksi untuk antar pasien yang dirujuk,” katanya.

Selain itu, ia juga mendesak DPRD untuk berkoordinasi dengan Dinkes agar mempercepat proses pemindahan ambulans tersebut ke Puskesmas Bea Muring.

“Bapak-bapak dewan, tolonglah. Bantu masyarakat yang sangat butuh pelayanan mobil ambulans. Masyarakat sangat butuh itu,” pungkas.

Kabar penggunaan ambulans jatah Puskesmas Bea Muring itu oleh Sekertaris Dinkes Matim terkuak usai pemberitaan mengamuknya kelurga pasien di Puskesmas Borong karena mendapat pelayanan yang buruk.

Keluarga pasien marah karena beberapa kali pihak Puskesmas menyuruh untuk memesan mobil angkutan agar pasien bisa diantar ke RS Ben Mboi Ruteng.

Sedangkan, saat bersamaan, ambulans milik Puskesmas Borong tengah dalam perjalanan pulang mengantar pasien lain, demikian klarifikasi Putri, dokter yang bertugas di Puskesmas Borong kepada Floresa.co.

Lebih lanjut kata Putri, ambulas milik Puskesmas Borong hanya tersedia 3 unit. Satunya dipakai Kadis Kesehatan, Surip Tintin, satunya lagi rusak dan hanya satu yang digunakan untuk melayani pasien.

Pemberitaan itu pun mengundang rekasi masyarakat, termasuk laporan dari pihak Puskesmas Bea Muring yang mengaku jika ambulans jatah Puskesmas Bea Muring digunakan oleh Sekertaris Dinkes Matim. Dan, hingga saat ini, usai berkali-kali diberitakan, ambulans tersebut masih belum diserahkan ke Puskesmas Bea Muring.

ARJ/Floresa