Borong, Floresa.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sosialisasi penyelenggaraan pendidikan keluarga, di hotel Gloria-Borong, Rabu, 5 September 2018.

Kegiatan itu bertujuan agar keluarga yang merupakan unit terkecil masyarakat memahami perannya dalam pembentukan karakter anak.

“Selain itu juga, agar masyarakat dan satuan pendidikan dapat menunjang pembentukan karakter anak,” kata Kepala UPT Satuan Pendidikan Non Formal Dinas PK, Kandidus Nabi, pada Rabu Siang.

Manfaat sosialisasi itu, lanjut Nabi,  agar dapat meningkatkan kapasitas para pelaku pendidikan keluarga, mengenai pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan dan mendorong implementasinya di satuan pendidikan.

Sementara itu, Nanik Suharyani perwakilan dari Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen Paud-Dikmas) RI, kepada para peserta mengatakan, permasalahan krisis karakter dan moral sudah menjadi tantangan keluarga Indonesia.

Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat, jelasnya, memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak, selain dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat dan sekolah.

“Karena itu kemitraan antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat sangat penting untuk membangun iklim yang kondusif bagi teraktualisasinya potensi anak secara optimal,” jelas Suharyani.

Ia menyatakan, hingga hari ini, penguatan karakter anak di Indonesia masih sangat minim.

“(Sehingga) kita ingin menguatkan mereka dalam pengasuhan di rumah,” ujarnya.

Caranya, kata dia, mengadakan kelas parenting  untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak.

“Sumber belajar disediakan oleh Direktorat dan ada di laman sahabatkeluarga.kemndikbud.go.id,” terangnya.

“Di situ banyak bahan, memperkuat kerja sama antara masyarakat, keluarga dan satuan pendidikan atau tri sentra pembentukan karakter anak,” tutupnya.

Kegiatan itu diikuti oleh pengelola Paud, Kepala SD/MI, Kepala SMP/MTs, dan Pengawas Sekolah se-Matim.

Rosis Adir/Floresa