FLORESA.CO – Ruas jalan Benteng Jawa-Weleng-Satar Teu di kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), rusak. Sebagian besar aspal sudah terkelupas, yang tersisa hanya kerikil dan batu-batu telford. Jalan tersebut berstatus jalan kabupaten.

Menurut warga, jalur itu diaspal sejak periode pertama Christian Rotok memimpin Manggarai, sebelum Matim dimekarkan. Dan, hampir sepuluh tahun kepemimpinan Yosep Tote dan Andreas Agas jalan itu tidak mendapat perhatian.

“Kami hanya bisa pasrah (dengan keadaan jalan). Seakan-akan, jalan ini tidak diperhatikan oleh Pemda Matim,” kata Hila Teguh, warga Weleng, Desa Nampar Tabang saat berbincang-bincang dengan Floresa di kediamannya pada Jumat siang, 31 Agustus 2018.

Ia mengatakan, ruas itu memang pernah diaspalkan. Namun, hanya sebagian kecilnya saja.

“Dari arah Satar Teu (perbatasan dengan Manggarai Tengah) sempat diaspal sekitar ┬ásatu setengah kilometer. Selebihnya belum,” ujarnya.

“Sebenarnya selama ini kami hanya mengeluh dengan kondisi jalan. Hampir sebagian besar aspalnya terkelupas,” tambah Hila.

Saat menyusuri jalan tersebut pada Jumat pagi, 31 Agustus 2018, sepeda motor yang ditumpangi Floresa beberapa kali tergelincir dan hampir jatuh karena banyaknya kerikil.

Banyak jurang menghiasi pinggiran jalan. Jika pengemudi tidak ekstra hati-hati, pada titik-titik tertentu kendaraan bisa terjerumus ke jurang karena kondisi jalan yang rusak.

Warga berharap agar di masa kepemimpinan bupati dan wakil bupati terpilih, Andreas Agas-Stefanus Jaghur, ruas jalan itu bisa diperhatikan.

Rosis Adir/Floresa