Siswi-siswi SDK Mbata saat menari "congka sae" di lapangan SDK Mbata, Desa Rana Mbat, Jumat, 17 Agustus 2018. (Foto: Floresa/ Rosis Adir)

Borong, Floresa.co – Tari┬áCongka Sae menjadi salah satu ikon menarik pada perayaan hari ulang tahun ke-73 Republik Indonesia di Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat, 17 Agustus 2018.

Penampilan putri-putri cilik dari SDK Mbata saat menari “congka sae” berhasil membuat warga yang menyaksikan, terhipnotis dengan lenggang-lenggok gerakan tubuh mereka.

Congka Sae sendiri merupakan tarian khas daerah Manggarai.

Congka berarti menari atau tarian. Sedangkan sae adalah salah satu jenis tarian yang identik dengan keserasian antara hentakan kaki dan goyangan tangan penari.

Dulu, tarian ini biasa dipentaskan saat ritual-ritual adat orang Manggarai, seperti acara penti, acara congko lokap dan acara adat lainnya yang bernuansa kegembiraan. Namun, seiring perkembangan zaman, congka sae biasa dipentaskan pada acara penjemputan tamu-tamu penting dan acara lainnya seperti pada peringatan hari-hari besar Nasional.

Ignasius Pasta Rambang, salah seorang warga yang turut menyaksikan atraksi tarian “congka sae” di lapangan SDK Mbata, mengaku bangga dengan siswi-siswi yang telah membawakan tarian tersebut.

“Ini merupakan salah bentuk pelestarian budaya warisan leluhur kita orang Manggarai,” kata Ignasius kepada Floresa.co di lapangan SDK Mbata, Jumat siang.

“Harapannya, ke depan, di sekolah-sekolah, pendidikan budaya lokal Manggarai harus betul-betul diterapkan dengan baik. Sehingga, generasi penerus tidak merasa asing dengan budaya sendiri,” tambahnya.

Pantauan Floresa.co, selain congka sae, ada banyak atraksi lain seperti pembacaan puisi, tarian modern, dan lawak, juga dipertontonkan pada kegiatan itu.

Rosis Adir/Floresa