Ilustrasi

Ruteng, Floresa.co – Warga asal Sondeng, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia setelah ditembak pekan lalu. Hingga menembuskan nafas terakhir, peluru masih bersarang di kepalanya.

Ferdinandus Taruk, pemuda 24 tahun ini tutup usia di Ruangan Dahlia RSUD Ben Mboi Ruteng, Sabtu, 7 April 2018 sekitar pukul 09.30 Wita.

Saat ini jenazahnya masih disemayamkan di rumah sakit milik Pemda Manggarai itu.

Yos Syukur, kerabat korban menyatakan, sepupunya itu meninggal setelah kondisinya mengalami perkembangan positif dan rencananya akan diberangkatkan ke Bali untuk menjalani perawatan di RS Sanglah Denpasar.

Korban tidak bisa dioperasi di RSUD Ruteng, karena keterbatasan sarana dan prasarana.

“Sejak dua hari lalu, responsnya sudah bagus,” katanya.

Meski masih dalam kondisi lemah, kata dia, Ferdi sudah bisa menggerakkan anggota tubuh bagian kanannya, meski bagian kiri belum bisa bergerak.

“(Korban) sudah bisa makan, tersenyum. Dan, rencananya besok mau diberangkatkan ke Bali,” kata Yos. “Kami kaget, tiba-tiba tadi meninggal,” lanjutnya.

Yos Syukur, kerabat korban kasus penembakan di Sondeng, Kelurahan Karot, Kabupaten Manggarai. (Foto: Ist)

Ferdi adalah korban penembakan pada Selasa, 27 Maret lalu. Ia ditembak saat sedang nongkrong bersama teman-temannya dan salah seorang polisi tengah malam sekitar pukul 24.00 Wita.

Hingga kini, polisi belum mengungkap pelaku penembakan dan menyatakan belum bisa memastikan jenis senjata yang dipakai pelaku, mengingat peluru belum dicek di laboratorium.

Menunggu Polisi

Yos menyatakan, jenazah korban belum bisa dibawa dari RSUD Ben Mboi, karena mereka masih menunggu proses lanjutan dari pihak Polres Manggarai.

“Saat ini korban masih dalam proses hukum pihak Polres. Makanya, kami tanyakan ke pihak Polres,” katanya.

Ia menjelaskan, selama di RSUD Ben Mboi, polisi hanya memantau kondisi korban sejak awal kejadian hingga korban dirawat di unit gawat darurat.

“Saat itu, termasuk Pak Kapolres sendiri yang jenguk korban,” katanya.

Kapolres Manggarai, Kapolres AKBP Cliffry Steiny Lapian sedang menjenguk warga, korban penembakan pada Selasa malam, 27 Maret 2018. (Foto: dok.)

Yos menyatakan, keluarga korban tetap menuntut polisi segera mengungkap pelaku penembakan.

BACA JUGA: KontraS: Polda NTT Mesti Ambil Alih Pengusutan Kasus Penembakan di Manggarai

“Kami tetap mendesak agar Polres Manggarai segera mengungkap siapa pelaku penembakan saudara kami, apalagi saat kejadian ada anggota Polres Manggarai di TKP,” ujar Yos.

EYS/AL/Floresa