Kapolres Manggarai, Kapolres AKBP Cliffry Steiny Lapian sedang menjenguk warga, korban penembakan pada Selasa malam, 27 Maret 2018. (Foto: dok.)

Ruteng, Floresa.co – Seorang warga di Kabupaten Manggara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditembak oleh orang tidak dikenal pada Selasa malam, 27 Maret 2018, di mana peluru hingga kini masih bersarang di dalam kepalanya.

Korban diketahui bernama Ferdinandus Taruk (27), warga Sondeng, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong.

Yos Syukur, kerabat korban mengatakan, penembakan terjadi pada Selasa, sekitar pukul 24.00 Wita saat korban sedang nongkrong bersama rekan-rekannya di dekat perapian, di daerah Sondeng.

Korban, kata Yos, dalam posisi berdiri, sementara rekan-rekan lainnya duduk.

“Lalu, tiba-tiba terdengar letupan senjata dan kemudian korban jatuh ke belakang,” katanya dalam keterangan yang diperoleh Floresa.co, Rabu, 28 Maret.

“Pada saat korban jatuh, yang lain lari,” lanjutnya.

Menurut Yos, paman korban yang saat itu membantu menyelamatkkan korban dan membawanya ke RSUD Ben Mboi Ruteng.

Ia mengatakan, dirinya mengetahui kejadian itu setelah ada anggota keluarnya yang menelepon pada Rabu diri hari.

“Kemudian saya menuju ke RSUD Ruteng. Ketika tiba, polisi sudah lebih dahulu di rumah sakit,” katanya.

“Bahkan Kapolres Manggarai (Kapolres AKBP Cliffry Steiny Lapian) sempat menjenguk korban dan memberikan kekuatan kepada keluarga. Polisi kemudian menuju ke TKP (tempat kejadian perkara),” lanjut Yos.

Ia menjelaskan, korban direncanakan dirujuk ke Denpasar, Bali.

“Menurut pihak RSUD Ruteng, kalau kondisi korban membaik, maka akan segera diterbangkan ke Bali.”

Ada Polisi di TKP

Menurut Yos, informasi lain yang diperolehnya, saat penembakan itu, ada aparat polisi yang ikut nongkrong bersama korban dan para saksi di lokasi kejadian.

Tidak ada keterangan lebih lanjut soal alasan para polisi berada di situ.

Namun, kata Yos, sebelumnya memang ada proses eliminasi, berupa penembakan anjing di wilayah Kelurahan Karot oleh aparat kepolisian, yang didampingi staf kelurahan.

Ia menjelaskan, saat ini pelaku belum diketahui dan menolak berspekulasi terkait kemungkinan pelaku.

“Kami serahkan semua kepada pihak Polres Manggarai,” ungkap Yos.

“Kami percaya bahwa Polres Manggarai bisa bekerja secara profesional,” lanjutnya.

Floresa.co belum berhasil mendapat pernyataan dari polisi terkait kasus ini.

EYS/ARL/Floresa