BerandaPOLITIKMeski Terciduk KPK, PDIP...

Meski Terciduk KPK, PDIP Matim Yakin Marhaen Raih 60% Suara

Borong, Floresa.co –  Mendapat perintah DPD PDIP NTT untuk terus melanjutkan kerja pemenangan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Marianus Sae – Emi Nomleni, DPC PDIP Manggarai Timur (Matim) tampak masih percaya diri.

Meskipun kandidatnya sudah berstatus tersangka tindak pidana korupsi, PDIP Matim masih optimis meraih dukungan mayoritas pemilih di daerah itu. Tidak tanggung-tanggung, mereka menargetkan Paslon yang belakangan disingkat menjadi paket Marhaen itu meraih kemenangan dengan perolehan 60% suara rakyat Matim.

“Saya pastikan Marhaen (Marianus Sae – Emi Nomleni-red) masih tetap mendapat dukungan 60% di Manggarai Timur,” ujar Ketua DPC PDIP Matim, Willy Nurdin saat diwawancarai wartawan di kediamannya Senin, 12 Februari 2018 siang.

Willy mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapat perintah dari DPP partai tersebut. Sikap DPP baru diikuti melalui berita-berita yang disajikan media.

Baca Juga: Cabut Dukungan untuk MS, PDIP Fokus Menangkan Emi Nomleni

Sedangkan DPD PDIP NTT melalui pesan WhatsApp jelas memerintahkan agar mesin partai tetap berjuang memenangkan Marhaen.

“Seluruh kader di tingkat Kabupaten mematuhi seluruh perintah dari atas. Marhaen telah terdaftar dan hari ini ditetapkan oleh KPUD NTT. Seluruh kader tetap sosialisasikan Marianus-Emi sambil menunggu apa saja perintah dari atas. Soal menang dan kalah, nanti kita lihat,” ujarnya.

EYS/ARJ/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

10 Pelukis asa NTT Gelar Pameran Lukisan di TIM

Jakarta, Floresa.co - 10 orang pelukis asal Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Catatan Sosialisasi Kenaikan Tarif ke TN Komodo: Irman Firmansyah Ajak Berdebat Secara’Akademis’ dan Pelaku Wisata yang Kukuh Menolak  

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Irman Firmansyah memantik keributan dalam ruangan setelah mengajak siapapun untuk berdebat, dengan catatan lawannya tersebut ialah seorang akademisi. “Kalau ada yang mau berdebat akademik, saya ‘open’, tapi sesama akademisi. Kalau yang tidak juga nanti akan habis waktu,” ujarnya.

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Konservasi vs Investasi

Oleh: GREGORIUS AFIOMA, Peneliti pada Sunspirit for Justice and Peace Pemerintah perlu...