BerandaPERISTIWAKapolres Dalami Keterlibatan Bupati...

Kapolres Dalami Keterlibatan Bupati Dula Dalam Korupsi Lando-Noa

Labuan Bajo, Floresa.co – Kapolres Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) AKBP Julisa Kusomo Wardoyo berjanji akan mendalami dugaan keterlibatan Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula, dalam kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan pada ruas Lando-Noa di Kecamatan Kacang Pacar tahun 2015.

Dugaan keterlibatan Dula menguat ketika sejumlah saksi, saat sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, menyebutkan adanya intervensi sang Bupati dua periode itu dalam penunjukan langsung terhadap PT Sinar Lembor Indah untuk mengerjakan proyek senilai Rp 4 miliar itu.

Baca: Sidang Kasus Lando-Noa Kembali Ungkap Peran Bupati Dula

“Itu akan kita dalami. Akan kita dalami (dugaan keterlibatan Bupati Gusti Dula dalam kasus tersebut),” ujar Julisa Kusomo Wardoyo saat diwawancarai wartawan saat keluar dari ruang kerja Bupati Mabar pada Kamis, 8 Februari 2018 siang.

Ia mengaku, tidak mudah untuk mengangkat sebuah permasalahan, apalagi terkait keterlibatan seorang Bupati.

“Sehingga kita perlu menggali lebih banyak lagi ke dalam,” imbuhnya.

Pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak JPU (Jaksa Penuntut Umum-red) karena butuh pendalaman agar tidak salah dalam menetapkan sesuatu.

Baca Juga: Aleks Tunggal: Kerja Proyek Lando-Noa Atas Perintah dan Arahan Bupati Dula

“Peran Bupati kita akan dalami, (karena) tidak semudah itu untuk mengangkat sebuah permasalahan. Kita akan mendalami lagi peran Bupati seperti yang disebutkan saksi itu,” jelasnya.

Julisa membantah jika pertemuannya dengan Bupati Dula, salah satu agendanyabahas tentang kasus Lando-Noa. Ia mengatakan, pertemuan tersebut membahas banyak hal yang akan dilakukan Polres untuk berkontribusi nyata dalam memajukan daerah itu. Antara lain, bersih-bersih sampah, pengamanan dan pelestarian laut, peduli sekolah-sekolah, dan penguatan desa.

EYS/ARJ/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rezim Penghancur di Bowosie

Persoalan Bowosie sebetulnya bukan saja soal konsep pariwisata yang pro-kapitalis, tetapi yang lebih parah ialah bagaimana agenda bisnis orang-orang kuat yang meng-capture kekuasaan. Ketakutan akan ada agenda diskriminasi terhadap hak-hak masyarakat lokal begitu kuat, karena di atas tanah leluhur masyarakat, negara “menggadaikan” hak-hak masyarakat untuk kepentingan korporasi.

Galeri: Aksi Warga Compang Longgo, Mabar Tuntut Pemerintah Perbaiki Bendungan Rusak

Floresa.co - Masyarakat Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,...

Dere Serani, Lagu Rohani Manggarai Kini Hadir dalam Kemasan Instrumental

FLORESA.CO - Musisi muda asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Joe...

Mengenal Motif Songke-Kain Tenun Sulam Manggarai Timur

Borong, Floresa.co - Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki...

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Bantuan Rumah di Desa Perak, Cibal:  Staf Desa Jadi Penerima, Camat Protes

Ruteng, Floresa.co - Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di...

Diduga Mencemarkan Nama Baik, UNIKA St. Paulus Polisikan Pemilik Akun ‘Ishaq Catriko’

Ruteng, Floresa.co – Pihak Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng...