BerandaMENDALAMSebut Gories Mere dan...

Sebut Gories Mere dan Karni Ilyas dalam Polemik Tanah, Gabriel Mahal Klarifikasi

Floresa.co – Berikut adalah klarifikasi yang disampaikan Gabriel Mahal, lewat surat elektronik kepada Floresa.co, terkait pemberitaan tentang polemik tanah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Jakarta, 6 Februari 2018

Kepada Yth. 

Pemimpin Redaksi Floresa.co

Di tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan berita di Floresa.co berjudul “Konflik Lahan di Manggarai Barat Menyeret Nama Gories Mere dan Karni Ilyas” (05/02/2018), kami, baik sebagai pribadi maupun sebagai Kuasa Hukum H. Djudje, merasa perlu menggunakan hak jawab untuk mengklarifikasi beberapa hal dalam berita tersebut, sebagai berikut:

Bahwa dua tokoh nasional yang disebut dalam berita tersebut, yakni Bapak Gorries Mere dan Bapak Karni Ilyas, tidak terlibat dalam masalah tanah dari klien kami H. Djudje di Toroh Lemma Batu Kallo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.

Munculnya nama kedua tokoh ini hanya terkait dengan pembelian tanah 0,4 hektar dari total kurang lebih 7 hektar tanah warisan yang menjadi hak waris dari 9 (sembilan) Ahli Waris Tengku Daeng Malewa yang terletak di bawah jalan di Toroh Lemma Batu Kallo tersebut.

Bahwa berita tersebut mengutip tulisan saya “Peradilan Opini (3)” di Facebook. Dalam berita tersebut kata “membagi” dalam tulisan saya itu telah ditafsir sebagai “memberi dengan cuma-cuma”.

Untuk itu saya merasa perlu mengklarifikasi bahwa dalam tulisan itu saya sama sekali tidak menyatakan/menulis  “membagi dengan cuma-cuma” yang dapat diartikan sebagai “memberikan dengan cuma-cuma/gratis”.  Kata “membagi” yang saya maksudkan adalah “menjadikan bagian-bagian”. 

Terkait dengan bagian tanah Bapak Gorries Mere di tebing curam sebesar 0,4 hektar, saya perlu mengklarifikasi bahwa perolehan tanah tersebut berdasarkan perjanjian jual beli yang sudah dibuat dan ditandatangani sebelum saya memposting tulisan “Peradilan Opini (3)” di Facebook.

Jadi, tidak benar  bagian tanah Bapak Gorries Mere itu diberi cuma-cuma alias gratis. Tidak benar juga kami memanfaatkan nama besar dan pengaruhnya untuk mengurus kepentingan hak tanah klien kami H. Djudje.  Menggunakan cara-cara seperti ini tidak zamannya lagi. 

Satu-satunya yang kami gunakan/manfaatkan adalah kekuatan yuridis dari bukti-bukti hukum yang dimiliki klien kami yang jadi dasar klaim haknya atas tanah tersebut.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan dan terima kasih.

Gabriel Mahal

ARL/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.