BerandaPOLITIKVerifikasi Faktual Parpol di...

Verifikasi Faktual Parpol di Mabar, Hanya PAN yang Belum Lengkap

Labuan Bajo, Floresa.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan verifikasi faktual terhadap partai politik yang akan menjadi perserta pemilu tahun depan.

Kegiatan itu berlangsung sejak Selasa, 30 Januari 2018 hingga Kamis, 1 Februari.

Hironimus, Ketua KPU mengatakan, dari 13 partai yang diverifikasi, hanya satu yang belum lengkap, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN).

Partai yang dewan pimpinan daerahnya di bawah kendali Agustinus Ch Dulla, yang juga Bupati Mabar itu, melakukan verifikasi pada Rabu, 31 Januari.

Ia menjelaskan, mereka memberi waktu kepada PAN hingga 3 Februari untuk melengkapi berkas.

Simeon Sofian, Ketua Panwaslu Mabar mengatakan, belum lengkapnya verifikasi PAN karena banyak anggota yang tidak membawa KTP. “Yang mereka bawa hanya kartu tanda anggota,” katanya.

Edi Endi, Ketua DPD II Nasdem Mabar yang partainya lolos verifikasi mengatakan, hal itu terwujud berkat kerja sama seluruh jajaran pengurus.

“Ini persembahan baik dari semua kader. Satu tekad kader adalah Nasdem harus ikut pemilu 2019,” ujarnya.

Ia berharap Nasdem bisa mendapat dukungan penuh dari masyarakat dalam pemilu mendatang.

“Tentunya sebagai pengurus Nasdem, saya berharap kita meraih simpati masyarakat, sehingga cita-cita besar mensejahterakan rakyat tercapai,” ujar Edi.

“Perjuangan ini masih panjang,” lanjutnya.

Ferdinand Ambo/ARL/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.