BerandaPOLITIKMarianus Sae: Beri Saya...

Marianus Sae: Beri Saya Waktu 3 Tahun untuk Benahi Infrastruktur NTT

Floresa.co  Marianus Sae, Bupati Ngada yang sudah menyatakan akan ikut bertarung dalam Pilgub NTT tahun depan mendatangani  wilayah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) pada Minggu, 1 Oktober 2017.

Dengan menggunakan motor trail, Marianus mengunjungi sejumlah kampung.

Hari ini, Senin, ia berada di Wae Lengga, ibukota Kecamatan Kota Komba, sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah Aimere, wilayah ujung barat Ngada.

Berbicara kepada media di Wae Lengga, ia menyatakan keperihatinan terkait infrastruktur yang buruk, baik jalan provinsi maupun kabupaten, yang menurutnya, turut menyumbang inflasi.

Sebagai contoh, kata dia, banyak potensi hasil bumi di Matim yang keuntungannya berkurang karena masalah transportasi.

Kalaupun hasil bumi tersebut dijual ke kota, jelas Marianus, petani akan mengalami kehilangan keuntungan sekitar 4 ribu hingga 5 ribu rupiah per kilogram akibat beban biaya transportasi yang tinggi.

Berangkat dari persoalan ini, ia mengatakan, jika menjadi gubernur NTT, membenahi infrastruktur akan menjadi prioritasnya.

“Beri saya waktu tiga tahun untuk membenahi infrastruktur jalan di NTT, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten,” katanya.

“Sama seperti di Kabupaten Ngada, hanya butuh waktu 3 tahun saya membenahi hal ini,” lanjut Marianus.  (ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”