BerandaARTIKEL UTAMANasdem Dipastikan Koalisi dengan...

Nasdem Dipastikan Koalisi dengan Golkar, Jacky Uly Jadi Calon Gubernur

FLORESA.CO – Partai Nasdem memastikan akan menjalin koalisi dengan partai Golkar pada pemilihan gubernur NTT tahun 2018.

“Setelah rapat hari ini, kita akan berkoalisi dengan partai Golkar”,ujar Viktor Laiskodat, ketua DPP Nasdem usai menggelar konsolidasi pengurus DPD sedaratan Flores di Labuan Bajo, Kamis 7 September 2017.

Nasdem memiliki delapan kursi di DPRD NTT. Sedangkan Golkar memiliki 11 kursi. Koalisi kedua partai ini sudah bisa mengusung satu pasangan calon. Pada pilgub NTT minimal partai atau gabungan partai memiliki 13 kursi di DPRD.

Baca: Berapa Jumlah Paslon yang Bisa Bertarung di Pilgub NTT 2018?

Lebih lanjut Viktor mengatakan Nasdem akan mengusung Jacky Uly sebagai calon gubernur NTT. Mantan Kapolda NTT itu merupakan ketua DPD Nasdem NTT.

“Kader Partai Nasdem akan mengajukan kadernya menjadi calon Gubernur NTT. Dan kita akan dorong pa Jacky Uli,”ujar Viktor.

Terkait calon wakil, Viktor tidak menyatakan secara terbuka. Tetapi kata dia harus orang muda yang energik.

“Orang muda yang mampu mendampingi pa Jacky untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di wilayah NTT,”tandasnya.

Informasi yang berkembang Golkar sudah memutuskan Melki Lala Lena untuk maju dalam pilgub NTT.

Rapat konsolidasi partai Nasdem di Labuan Bajo, dihadiri seluruh ketua DPD dari beberapa kabupaten sedaratan Flores.

Selain Viktor Laiskodat hadir juga Jacky Uli bersama beberapa pengurus DPD Nasdem NTT lainnya.

Ferdinand Ambo/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Floresa.co - Polemik di Keuskupan Ruteng yang memanas setelah pada pertengahan Juni...

Sudah Seharusnya Cara-cara Represif Ditinggalkan

Seharusnya polisi bisa bertindak lebih bermartabat dari sekadar mendaur ulang cara kekerasan. Pelaku wisata dan warga bukan musuh, apalagi mereka hanya ingin menuntut haknya. Menabur benih kekerasan hanya akan menuai konflik berkepanjangan.