BerandaARTIKEL UTAMALagi, Polres Manggarai Tutup...

Lagi, Polres Manggarai Tutup Galian Pasir, Kali Ini di Matim

FLORESA.CO – Kepolisian Resort Manggarai menutup dua lokasi galian pasir (galian C) di Kabupaten Manggarai Timur, Selasa 29 Agustus 2017 kemarin.

Dua galian tersebut berada di desa Compang Ndejing kecamatan Borong dan di desa Watu Mori (Bondo), kecamatan Rana Mese.

Dikutip dari laman Flores Editorial Penutupan aktivitas galian pasir di dua desa itu dipimpin Kanit Tipiter Aipda Risbel Pandiangan. Aparat kepolisian memasang garis polisi dua lokasi tersebut.

Seorang pengelola lahan pasir Bondo yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa sejak kemarin (28/08) para pemilik lahan pasir sudah tidak melakukan aktivitas penambangan pasir.

“Kami mendapat informasi bahwa akan ada penyegelan oleh pihak kepolisian pada lokasi pasir kami,”ujarnya seperti dilaporkan Flores Editorial.

Karena itu, kata sumber ini, sejumlah kendaraan seperti truck pengangkut pasir pun sudah enggan masuk lokasi tambang.

“Mereka takut kalau kendaraannya ikut ditahan seperti yang terjadi di lokasi tambang pasir Wae Reno,”ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Pores Manggarai Aldo Febrianto mengatakan para penambang diduga melanggar UU No 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara serta UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Ivan Candra, seorang warga m mengatakan selama ini pemerintah Manggarai Timur tidak pernah melakukan sosialisasi terkait proses izin terkait galian C.

“Untuk di daerah Bondo desa Watu Mori penggalian pasir sudah dilakukan puluhan tahun lalu dan selama ini tidak ada penertiban,”katanya.

Menurut Ivan, masyarakat sudah pasti mengurus perizinan jika pemerintah melakukan sosialisasi. Pemerintah kata dia selama ini hanya memungut retribusi pasir dari pemilik pasir.

“Harga pasir sendiri untuk satu ret sebesar 100.000 dan pemotongan retribusi sebesar 50.000 itu berati pemilik pasir mendapat 50.000 per satu ret,”ujarnya.

Selain dua lokasi penggalian pasir di Manggarai Timur itu, informasi yang diperoleh Floresa.co, kepolisian juga sudah menutup aktivitas penggalian pasir di Weol, Cancar Kabupaten Mangarai. Hanya informasi ini belum dikonfirmasi ke pihak kepolisian.

BACA: Bupati Manggarai Sesalkan Penutupan Galian Pasir Wae Reno

Sebelumnya, kepolisian Resort Manggarai juga telah menutup aktivitas penggalian pasir di Wae Reno desa Ranka Kabupaten Manggarai.

Penutupan ini memicu protes dari Apindo Manggarai dan bahkan dari pemkab Manggarai. Menurut Apindo dan pemkab Manggarai, penutupan galian pasir Wae Reno menghambat kegiatan pembangunan di Manggarai. Sebab, sebagian besar pasir untuk berbagai proyek infrastruktur di Manggarai dipasok dari Wae Reno. (Floreseditorial/PT/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.