BerandaARTIKEL UTAMAKuasa Hukum Terdakwa Lando-Noa...

Kuasa Hukum Terdakwa Lando-Noa Minta Hakim Periksa Ruas Noa-Golo Welu

FLORESA.CO – Ada fakta menarik saat sidang kasus dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa pada Jumat 25 Agustus lalu dengan agenda pemeriksaaan setempat di lokasi proyek.

Kuasa Hukum terdakwa Vinsen Tunggal, Muslihin, SH pada saat itu meminta majelis hakim untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan setempat di jalur Lando-Noa yang dikerjakan oleh CV Sinar Lembor Indah, perusahaan kilennya.

Ia juga meminta mejelis hakim melakukan pemeriksaan di ruas jalan Noa-Golo Welu.

Dua ruas tersebut sama-sama ruas jalan provinsi. Tetapi, pada tahun 2014 ada dana APBD Manggarai Barat untuk kedua ruasa tersebut. Di ruas Lando-Noa total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 4 miliar.

Sedangkan, ruas Noa-Golo Welu, berdasarkan penulusuran Floresa.co sebesar Rp 2,5 miliar.

Kuasa hukum Vinsen Tunggal, Muslihin,SH dalam sebuah video berdurasi empat menit pada akhir pemeriksaan setempat, Jumat pekan lalu,  meminta majelis hakim Tipikor Kupang memeriksa ruas jalan Noa-Golo Welu, sebagai bahan pertimbangan hakim.

Menurut kuasa Hukum Vinsen, dalam video itu, ruas jalan Noa- Golo Welu dikerjakan tahun anggaran yang sama yaitu 2014.

Namun Kasi Intel Mabar, Adrianto selaku JPU, dalam video tersebut, menolak untuk melakukan pemeriksaaan ke ruas jalan Noa-Golo Welu. Adrianto meminta agar pemeriksaan hanya fokus ke jalur Lando-Noa sesuai hasil penyidikan polisi.

“Yang mulia, kalu bisa tolong periksa juga ruas jalan Noa-Golo Welu, sebagai bahan perbandingan,”ujar kuasa hukum Vinsen Tunggal,Muslihin, SH.

Ia menambahkan bawah proyek Noa-Golo Welu dikerjakan pada tahun anggaran yang sama.

”Kalau di ruas jalan Lando-Noa ada permasalahan, kami minta hakim periksa juga Noa-Golowelu,”ujarnya.

“Berapa jarak ke sana?” timpal Ketua Majelis Hakim Muhamad Soleh.

Dalam rekaman terdengar suara yang mengatakan, ”Oe, Sekitar 25 (km) sampe Golo Welu.”

Kasi Intel Kajari Mabar, Adrianto  kebereratan atas permintaan kuasa hukum Vinsen.

“Izin yang Mulia. Kehadiran kita yang mulia, sesuai penetapan. Kita hanya memeriksa pekerjaan Lando-Noa. Terkait pekerjaan lain, kami kebereratan,”ujarnya.

Hakim  menimpali, “Begini, kalau Noa-Golo Welu memang tidak atau belum.  Kalau memang belum penyelidikan, kita belum bisa ke sana.”

Namum kuasa hukum Vinsen kembali  mengatakan, ”Hanya perbandingan, karena ini proyek bersamaan. Mau lihat kondisi yang di sana bagaimana, di sini bagaimana,”ujarnya.

Selanjutnya hakim mengatakan tidak memberi batasan kepada terdakwa untuk mengajukan bukti. ”Tidak memberi batasan kepada kuasa hukum atau terdakwa, tetapi silakan ajukan foto juga bukti sebagai bahan pertimbangan,”ujarnya.

Dalam Buku I, Peraturan Bupati Manggarai Barat Nomor 1 tahun 2014, tentang penjabaran anggaran pendapatan belanja daerah kabupaten  Manggarai Barat tahun 2014, tertulis anggaran pemeliharaan jalan Lando-Noa, pemerintah mengalokasikan dana Rp  4 Miliar (1 Paket x 4.000.000.000,00 = 4.000.000.000,00). Kemudian, pemeliharaan jalan Noa-Golo Welu sebesar Rp 2,5 miliar ( 1 paket x 2. 500.000.000,00= 2.500.000.000,00). (Ferdinand Ambo/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.