BerandaARTIKEL UTAMABupati Manggarai Minta Penyidikan...

Bupati Manggarai Minta Penyidikan Kasus Wae Reno Dihentikan

Floresa.co – Bupati Manggarai, Deno Kamelus meminta agar penyidikan kasus galian pasir Wae Reno di Desa Ranaka, Kecamatan Wae Rii dihentikan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Deno mengakui aktivitas penggalian pasir di Wae Reno tidak mengantongi izin. Ia juga menyebut sejumlah tempat galian pasir lainnya di Manggarai Raya yang juga tak mengantongi izin seperti Weol, Wae Langkas dan Bondo.

Menurutnya, hanya galian pasir Wae Pesi saja yang sudah mengantongi izin penambangan.

Polres Manggarai mengentikan aktivitas penggalian pasir Wae Reno pada Jumat 18 Agustus lalu.

Bersamaan dengan itu, sejumlah warga ditangkap dan ditahan. Peralatan kerja yang mereka gunakan seperti truck juga disita kepolisian.

BACA Juga:Bupati Manggarai Sesalkan Penutupan Galian Pasir Wae Reno

Kepolisian beralasan aktivitas penggalian pasir di Wae Reno tidak mengantongi izin, sesuai UU No 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara dan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Namun, menurut Deno penutupan galian pasir terutama Wae Reno akan berdampak pada tersendatnya pembangunan di Manggarai.

Penyerapan dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat juga menjadi tersendat karena sebagian besar dana pembangunan bersumber dari DAK.

Karena itu menurut Deno, penutupan galian pasir Wae Reno lebih banyak membawa mudaratnya bagi kepentingan umum dibandingkan penegakan hukum.

Terkait penegakan hukum, menurut Doktor Ilmu Hukum ini, ada tiga asas penting yang mestinya diperhatikan oleh penegak hukum yaitu asas manfaat, asas kepastian hukum dan asas keadilan.

Terkait asas manfaat, menurut Deno, penegak hukum bisa saja menggunakan kewenangannya untuk menghentikan suatu perkara yang sedang dalam penyidikan, bila penegakan hukum yang dilakukan justru merugikan kepentingan banyak orang.

“Itu ada tiga asas penting yang harus menjadi pedoman penegakan hukum, makanya dalam hukum acara itu, ada kewenangan penyidik kemudian ada istilah deponir (menghentikan perkara). Misalnya kasus Abraham Samad kan dideponir oleh Kejaksaan. Karena ini dinilai dari sisi manfaatnya,”ujar Deno.

BACA Juga:Pembangunan Infrastruktur di Manggarai Terhambat Pasca Penutupan Galian Pasir Wae Reno

Terkait langkah konkret pihak pemerintah Kabupaten Manggarai pasca penutupan lokasi galian pasir Wae Reno, Deno mengatakan masih menunggu hitungan dari Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

“Saya masih tunggu hitungan OPD terlebih dahulu, kemudian akan diskusi lagi dengan mereka,”ujarnya. (Ronald Tarsan/Floresa).

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Kebijakan Deno-Madur Menuai Kritik

Floresa.co - Kebijakan bupati dan wakil bupati Manggarai-Flores, Deno Kamelus dan...

Inilah SMA Ranking 1-5 di NTT Berdasarkan Rata-rata UN 2017

Floresa.co - Berbagai mancam variabel untuk menilai hasil pendidikan. Salah satunya...

Adak Todo sebagai Keturunan Minangkabau: Sebuah Hipotesa

Oleh : VIANNEY ANDRO PRASETYO Dalam catatan ‘Sejarah Manggarai dalam Lintasan Sejarah...

Go’et: Seni Sastra Masyarakat Manggarai

Oleh: HIRONIMUS EDISON Tradisi tulisan umumnya terbentuk dari tradisi lisan. Tradisi tulisan...

Penjelasan Wemi Sianto Soal Proyek Jalan Semang-Datak-Ndiuk

FLORESA.CO - Wemi Sianto, kontraktor proyek ruas jalan Semang–Datak-Ndiuk mengaku sedang...

Ribuan Umat Arak Patung Bunda Maria Menuju Pantai Pede

Labuan Bajo, Floresa.co - Ribuan umat Katolik di kota Labuan Bajo,...

Nietzsche, Kematian Tuhan dan Gereja Kita

Gott ist tot! Gott bleibt toto! Und wir haben ihn getoter!) Tuhan...

Buntut Ijazah Palsu, Bupati Lembata Dimaksulkan DPRD

FLORESA.CO - Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Lembata mengusulkan penonaktifan Bupati Eliaser...