BerandaARTIKEL UTAMAKuasa Hukum Jimi Ketua...

Kuasa Hukum Jimi Ketua Sebut Bupati Dula Biang Kerok Lando-Noa

Labuan Bajo, Floresa.co- Kuasa Hukum Jimi Ketua Anton Ali tidak keberatan kliennya ditahan penyidik terkait dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa di Macang Pacar.

Jimi Ketua resmi ditahan penyidik sekitar pukul 19.00 Wita, Senin 7 Agustus 2017, setelah menjalani pemeriksaan sejak pukul 11.00 hingga 16.00.

Meski tidak keberatan kliennya ditahan, Anton Ali mengaku bingung dengan penetapan Jimi Ketua sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara Rp 920 juta ini.

“Sampai sekarang, saya bingung kesalahan apa yang dilakukan klien saya. Tidak jelas, sangkaannya apa,”ujar Anton Ali di Polres Manggarai Barat Senin malam.

BACA: Jimi Ketua Tersangka Ketiga Lando-Noa Dijebloskan ke Tahanan

Menurut Anton, mestinya pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini adalah bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.

“Yang mesti ditahan itu, Bupati Dula. Ia biang kerok dari kasus ini. Ada apa dengan Polres Mabar,”ujar Anton geram.

Bupati Dula berperan menerbitkan pernyataan bencana alam di jalur Lando-Noa. Dengan adanya surat pernyataan itu, proyek ini dikerjakan tanpa tender.

Hal ini sudah diakui Dula ketika menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Kamis 3 Agustus lalu.

Dalam kesaksiannya, Dula mengatakan proyek jalan Lando-Noa dikerjakan tanpa melalui tender tetapi melalui penunjukkan langsung. Menurutnya, penunjukkan langsung dilakukan karena ada kondisi bencana alam.

Namun, ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya, apakah ada rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah bahwa jalan Lando-Noa adalah kategori bencana?

Bupati dula dengan lantang menjawab,”Tidak ada.” (Baca:Bupati Dula Sebut Tak Ada Rekomendasi Bencana Alam di Lando-Noa)

Menurut Dula, dirinya mengetahui jalur Lando-Noa dalam kondisi bencana berdasarkan survei dan laporan masyarakat melalui layanan pesan pendek (SMS).

“Hasil survei kami (bupati,kadis PU dan asisten pembagunan) serta sms dan laporan lisan masyarakat,”ujarnya menjawab pertanyaan jaksa. (Ferdinand Ambo/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Cerita Warga Tentang Wisatawan Singapura yang Digigit Komodo

Labuan Bajo, Floresa.co - Wisatawan asal Singapura Lon Lee Allc digigit...

Inilah SMA Ranking 1-5 di NTT Berdasarkan Rata-rata UN 2017

Floresa.co - Berbagai mancam variabel untuk menilai hasil pendidikan. Salah satunya...

Pengusaha Nasional yang Mengais Rejeki di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Floresa.co - Hajatan Tour de Flores (TdF) baru saja...

Pengelola Pulau Kanawa di Labuan Bajo Pungut Bayaran Rp 50.000 untuk Pengunjung

Labuan Bajo, Floresa.co - Kanawa Island & Resot, perusahan yang mengelola...

Catatan Perjalanan ke Taman Nasional Komodo

   Oleh: Peter Dabu  Pada 23 Juni 2017 lalu, saya dan istri saya,...

Ke Labuan Bajo, Menteri Sosial Beri Pelatihan Siaga Bencana

Labuan Bajo, Floresa.co - Menteri Sosial Kofifah Indar Parwansah dijadwalkan mengunjungi...

DPRD Manggarai Belum Bersikap Soal Tambang di Reok

Ruteng, Floresa.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai -...

12 Tahun Pater Leo Perik Wafat, Begini Cara Sanpio Mengenangnya

Floresa.co - Tepat 6 Oktober 2016, Komunitas Seminari Pius XII Kisol di...