BerandaARTIKEL UTAMABupati Dula Sebut Tak...

Bupati Dula Sebut Tak Ada Rekomendasi Bencana Alam di Lando-Noa

Kupang, Floresa.co – Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dihadirkan sebagai saksi dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar, Kamis 3 Agustus 2017.

Dalam perkara ini, duduk di kursi terdakwa adalah Kepala Dinas PU Manggarai Barat Agus Tama dan Direkur CV Sinar Lembor, Vinsen Tunggal.

Selain Bupati Dula, saksi lain yang dihadirkan hari ini adalah Mateus Hamsi, mantan ketua DPRD Manggarai Barat dan Siprianus Mbebo, mantan Bendahara Dinas PU Kabupaten Manggarai Barat.

Bupati Dula dalam kesaksiannya mengatakan proyek jalan Lando-Noa dikerjakan tanpa melalui tender tetapi melalui penunjukkan langsung. Menurutnya, penunjukkan langsung dilakukan karena ada kondisi bencana alam.

Namun, ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya, apakah ada rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah bahwa jalan Lando-Noa adalah kategori bencana?

Bupati dula dengan lantang menjawab,”Tidak ada.”

Lalu, JPU bertanya, apa pertimbangan sehingga proyek Lando-Noa menggunakan penunjukkan langsung?

Bupati Dula menjawab, karena adanya bencana. Menurutnya, dirinya sebagai pemimpin tidak mau masyarakat merasakan kesengsaraan yang begitu lama.

JPU pun bertanya, bila atas dasar bencana, kenapa pakai anggaran dari dinas PU? Apakah BPBD atau dinas lain tidak memiliki anggaran?

Bupati Dula menjawab, ini adalah jalan rusak sehingga memakai anggaraan perawatan dari dinas PU.

Penuntut umum bertanya dari mana saksi mengetahui bahwa jalan Lando-Noa adalah bencana?

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula diwawancara wartawan usai sidang, Kamis 3 Agustus 2017 (Foto: Adrianus Dandi/Floresa)

Bupati dula menjawab, “hasil survei kami(bupati, kadis PU dan asisten pembagunan) serta sms dan laporan lisan masyarakat.”

Lalu, penuntut umum bertanya lagi, mengapa tidak melalui mekanisme lelang?

Bupati Dula menjawab, karena ini adalah bencana yang harus segera diatasi.

Jaksa lalu bertanya, apakah pernah menelepon Aleks Tunggal? Aleks adalah pemilik CV Sinar Lembor, ayah salah satu terdakwa Vinsen Tunggal.

Dula mengakui bahwa dirinya pernah menelepon Aleks selaku pemilik CV Sinar Lembor Indah. Hal itu dilakukannya setelah mendapat pemberitahuan dari pihak Dinas PU bahwa perusahaan itu yang mengerjakan proyek Lando-Noa.

Menurut Dula, ia menelepon Aleks untuk segera membawa material dan batu ke lokasi, “supaya segera atasi keadaan susah yang dialami masyarakat.”

Sidang hari ini dipimpin oleh ketua majelis Muhamad Soleh didampingi hakim anggota, Gustaf Marpaung dan Ibnu Kholiq.

Terdakwa Kadis PU Mabar. Agus Tama dan Vincen Dirut CV. Sinar Lembor Indah didampingi kuasa hukumnya, Lorens Mega Man cs. Turut hadir JPU, Empu Guana. (Adrianus Dandi/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Cerita Warga Tentang Wisatawan Singapura yang Digigit Komodo

Labuan Bajo, Floresa.co - Wisatawan asal Singapura Lon Lee Allc digigit...

Inilah SMA Ranking 1-5 di NTT Berdasarkan Rata-rata UN 2017

Floresa.co - Berbagai mancam variabel untuk menilai hasil pendidikan. Salah satunya...

Pengusaha Nasional yang Mengais Rejeki di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Floresa.co - Hajatan Tour de Flores (TdF) baru saja...

Pengelola Pulau Kanawa di Labuan Bajo Pungut Bayaran Rp 50.000 untuk Pengunjung

Labuan Bajo, Floresa.co - Kanawa Island & Resot, perusahan yang mengelola...

Catatan Perjalanan ke Taman Nasional Komodo

   Oleh: Peter Dabu  Pada 23 Juni 2017 lalu, saya dan istri saya,...

Ke Labuan Bajo, Menteri Sosial Beri Pelatihan Siaga Bencana

Labuan Bajo, Floresa.co - Menteri Sosial Kofifah Indar Parwansah dijadwalkan mengunjungi...

DPRD Manggarai Belum Bersikap Soal Tambang di Reok

Ruteng, Floresa.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai -...

12 Tahun Pater Leo Perik Wafat, Begini Cara Sanpio Mengenangnya

Floresa.co - Tepat 6 Oktober 2016, Komunitas Seminari Pius XII Kisol di...