Atlet kempo Mabar yang masih tertahan di Jakarta. Mereka berada di Pusdiklat Shorinji Kempo. (Foto: Tribunnews.com)

Labuan Bajo, Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, NTT mengakui tak menganggarkan dana  untuk membiayai para atlet kempo yang ikut dalam Kejuaraan Nasional Kota di Tangerang pada 12-15 Juli lalu.

Pengakuian ini disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Jeramun di akun facebook Humas Manggarai Barat.

Jeramun dalam postingannya pada Rabu 26 Juli 2017 mengungkapkan, meski biaya untuk atlet yang ikut kejuraan di Tangerang itu tak dianggarkan sebelumnya, tetapi Koni Manggarai Barat tetap memberikan dana sebesar Rp 35 juta dari semula Rp 25 juta untuk biaya para atlet.

Jeramun mengatakan informasi itu diperolehnya dari  Ketua Harian Koni Manggarai Barat, Bonavantura Octavianus Adu.

“Tiga hari sebelum berangkat ke Tangerang, Pelatih Kempo Nani Suwandi datang ke rumah Ketua Koni Manggarai Barat. Dalam pertemuan tersebut, Nani mengajak Ketua harian KONI untuk bicara dari hati ke hati, terkait rencana keikutsertaan Kempo Manggarai Barat dalam Kejurnaskot pelajar/mahasiswa di Tangerang Provinsi Banten,”tulis Jeramun dalam postingannya.

Postingan Paulus ini dibuat untuk menanggapi postingan akun facebook Chelluz Pahun pada 21 Juli lalu. (Baca:Atlet Kempo Berprestasi yang Kesulitan Ongkos Pulang)

Lebih lanjut Paulus mengatakan, dalam pertemuan dengan Pelatih Kempo itu, Ketua Harian Koni Manggarai Barat mengatakan,”Nani uang kita hanya Rp. 25.000.000,. Saya tidak bermaksud menganaktirikan ini cabang (kempo; red)., tetapi kita sudah terlanjur mengagendakan untuk Eltari Momorial Cup 2017, di Kabupaten Ende.”

Paulus mengatakan dalam pertemuan itu, Ketua Harian Koni juga mengatakan event di Tangerang ini tidak masuk dalam anggaran Koni Manggarai Barat.

“Saya tidak pernah anggarkan untuk kejurnas ini, kalaupun ada kita ambil dari dana pembinaan. Waktu itu dia mengeluh, bahwa dana 25 juta ini tidak cukup (ole..kraeng toe ngance eme anggaran 25 juta ho’o ta). Lalu saya runding dengan bendahara, adakah kemungkinan lagi untuk tambah anggaran. Bendahara memberikan pertimbangan dengan mengambil dari dana Perjalanan, totalnya sebesar Rp. 10.000.000. Nani., kita tambah Rp. 10.000.000,-, kalau kraeng berani berangkat dengan anggaran 35 juta, silahkan berangkat. Lalu dia pulang, setuju dengan anggaran Rp. 35.000.000,-. Dalam hitungan saya, jika mereka lewat angkutan Darat, anggaran itu sangat cukup, tetapi jika menggunakan pesawat udara pergi dan pulang, memang anggaran tidak cukup. Dan dia (nani; red), tahu kalau anggaran hanya Rp. 35.000.000,” jelas ketua harian Koni, seperti dituliskan Jeramun.

Jeramun dalam postigannya juga mengakui bahwa Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula secara resmi melepas Kontingen Shorinji Kempo Mabar ke Tangerang Provinsi Banten yang berjumlah 9 orang pada 11 Juli.

“Sebagai wujud dukungan, Bupati juga menyerahkan sumbangan pribadi uang sebesar 5 juta rupiah yang diterima oleh Simpai Nani dan Jhon. Uang tersebut menurut Bupati sebagai bentuk dukungan Pemerintah untuk memotivasi para atlet untuk bisa meraih prestasi lebih tinggi,”kata Jeramun.

Terkait kekurangan dana yang menyebabkan para atlet dan pelatih sempat terlantar di Tangerang, Jeramun mengatakan para atlet dan pelatih belum melaporkan secara resmi masalah tersebut. (Baca:Tidak Ada Dana untuk Pulang, Atlet Kempo Peraih Medali Asal Mabar Tertahan di Tangerang)

Padahal menurut Jeramun dua pelatih yang mendampingi para atlet Kempo itu adalah Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kabaupaten Manggarai Barat yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan.

“Dua orang Staf tersebut tidak pernah melaporkan kepada kami (baik melalui surat atau Telepon/SMS), bahwa mereka kekurangan anggaran untuk pulang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan kedua staf tersebut, bahwa mereka juga tidak pernah mendapat informasi bahwa mereka kekurangan anggaran/Dana, termasuk kepada Dinas Pendidikan, Kepemudan dan Olahraga,”ujar Jeramun. (PTD/Floresa)