BerandaPILIHAN EDITORKPK Tantang Gereja Katolik...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co – Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik untuk membantu memerangi korupsi dengan melakukan audit keuangan demi mendorong transparansi.

Alexander Marwata, wakil ketua KPK mengatakan,audit untuk lembaga keagamaan, termasuk gereja, penting karena mereka akan memberi contoh penting kepada pihak lain, termasuk instansi pemerintah dan sektor swasta.

“Paus Fransiskus telah menunjukkan sebuah contoh yang bagus dengan mengundang akuntan atau ekonom untuk mengaudit keuangan Vatikan,” kata Marwata dalam sebuah seminar di Jakarta yang diselenggarakan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada tanggal 15 Juli.

“Umat Paroki mempercayai manajemen paroki, tetapi gereja perlu mengaudit keuangannya, bahkan di tingkat akar rumput,” katanya, seperti dikutip Indonesia.ucanews.com.

Seminar tersebut diadakan di tengah mencuatnya kasus dugaan penyelewengan dana lebih dari 1 miliar oleh Uskup Ruteng, Mgr Hubertus Leteng Pr. Kasus ini telah memicu 69 imam mengundurkan diri dari jabatan, sebagai bentuk aksi protes.

Sekretaris eksekutif Komisi Keluarga KWI, Pastor Hibertus Hartana, salah satu pembicara, setuju bahwa seluruh urusan keuangan gereja harus terbuka.

“Hanya beberapa keuskupan di Indonesia yang telah melakukannya sejauh ini,” katanya.

Ia mengatakan, para uskup sungguh memberi perhatian pada upaya pemberantasan korupsi sehingga mereka baru-baru ini mengeluarkan nota pastoral terkait korupsi.

“Karena korupsi disebabkan oleh keserakahan dan keegoisan, umat Katolik harus melawannya, dimulai di setiap keluarga,” kata Pastor Hartana.

Handoyo, seorang pembicara Muslim mengatakan, semua institusi keagamaan rentan terhadap infiltrasi orang-orang yang korup.

Bukan hanya institusi Katolik yang perlu transparan, organisasi Islam pun harus,katanya.

Marwato mengatakan bahwa penerbitan nota pastoral para uskup Indonesia untuk memerangi korupsi sangat membantu kampanye anti-korupsi KPK.

Indonesia berada di peringkat 90 dari 176 negara menurut Transparansi Internasional pada Indeks Persepsi Korupsi tahun 2016.

“Nota pastoral seharusnya tidak hanya mengilhami umat Katolik tapi juga orang-orang dari agama lain karena korupsi adalah masalah di semua komunitas,” katanya.

Yohanes Santoso, seorang umat paroki Gereja Santa Maria Tangerang, Provinsi Banten, sekitar 30 kilometer dari Jakarta, mengatakan bahwa audit keuangan gereja penting.

“Meski uang disumbangkan oleh umat paroki maka diperlukan audit agar lebih akuntabel,” katanya. (ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.