Salah satu lokasi persawahan di Kecamatan Boleng. (Foto: Fidel Hardjo)

Floresa.coParoki Wangkung, Keuskupan Ruteng mengambil inisiatif memberi pelatihan kepada petani di wilayahnya dengan melibatkan PT Sygenta, perusahan internasional yang bergerak di sektor pertanian.

Sekitar 100 petani di Wangkung, Desa Pota Wangka, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terlibat dalam pelatihan ini, yang mulai digelar Kamis-Jumat, 20-21 Juli 2017.

Romo Laurens Teon Pr, Pastor Paroki Wangkung mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan moral.

Terlibatnya PT Sygenta, kata dia, membuat rencananya untuk mendorong egroekonomi di Wangkung  semakin terbuka.

“Petani akan terbantukan oleh pelatihan ini, apalagi ini ilmu gratis  yang tak  mudah diperoleh,” kata Rm Lauens, yang dikenal banyak membantu mendorong pengembangan pertanian di beberapa paroki yang pernah ia layani.

Dalam pelatihan ini, rencananya PT Sygenta akan menjelaskan pola pengembangan beberapa jenis komoditas seperti jagung, beras, kakao dan sayur-mayur.

Selain petani di Wangkung, warga dari beberapa desa di Kecamatan Boleng juga diundang, termasuk Camat Boleng, Bona Abunawan.

Boleng merupakan salah satu daerah penghasil beras di Manggarai Barat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir produktivitas pertaniannya tidak meningkat karena beragam faktor, apalagi baru-baru ini dilanda bencana banjir yang merendam puluhan hektar lahan sawah.

Midzon Johannis, Head of Corporate Affairs Sygenta Indonesia mengatakan, pelatihan itu akan membantu  petani sehingga produktivitas komoditas pertanian, khususnya di Boleng meningkat.

“Pertanian di NTT tidak berkembang karena belum tersentuh metode keilmuan. Kegiatan pertanian masih tradisional. Itu yang kita ingin bantu,” ungkap pria asal Kupang itu.

Sygenta merupakan perusahaan global asal Swiss  yang mengkhususkan diri dalam pemasaran benih dan pestisida dan penelitian dalam bidang bioteknologi dan genomika.

Sygenta telah beroperasi di 90 negara  termasuk Indonesia. Untuk  kegiatan di Wangkung, Sygenta melibatkan sepuluh ahli pertaniannya.

Sementara itu, Marsel Sabini, inisiator kegiatan menambahkan, kegiatan di Wangkung merupakan “pintu masuk” bagi  Sygenta untuk melirik pertanian di NTT.

Pasalnya, kata dia, selama ini, perusahaan tersebut masih fokus membantu petani NTB, Sulawesi dan Jawa serta beberapa daerah lainnnya.

Efeknya, jelas Marsel NTB menjadi salah satu produsen jagung nasional.

“Saya berharap NTT  bisa menjadi seperti NTB ke depannya. Kalaupun bukan untuk komoditas jagung, mungkin untuk komoditas lainnya,” ungkap Marsel. (ERK/ARL/Floresa)