BerandaARTIKEL UTAMADaftar Jadi Balon Bupati,...

Daftar Jadi Balon Bupati, Kapolres Manggarai Dikritik

Ruteng, Floresa.co –  Langkah Kepala Kepolisian Resort Manggarai AKBP Marselis Sarimin Karrong mendaftar menjadi calon bupati Manggarai Timur dikritik.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus menilai Kapolres telah melanggar undang-undang tentang Kepolisian Nomor 2 tahun 2002.

Pada Selasa 6 Juni lalu, Karrong membawa berkas lamaran menjadi calon bupati/wakil bupati ke DPC PDI-P Manggarai Timur. Sebelumnya, ia juga menyambangi kantor PKPI untuk tujuan yang sama.

Petrus Salestinus, mengatakan, AKBP Marselis merupakan anggota aktif di institusi Kepolisian Republik Indonesia yang diikat oleh aturan kepolisian itu sendiri.

Jika anggota Polri aktif maju Pilkada, maka konsekuensinya harus mengundurkan diri dari institusi kepolisian. Apalagi jabatan strategis Marselis sebagai Kapolres Manggarai.

“Mestinya dia mundur dulu dari institusi kepolisian, setelah itu maju sebagai bakal calon bupati,” ujar Petrus kepada wartawan di Ruteng, Selasa, 11 Juli 2017 siang.

Tak hanya itu, kata dia anggota Polri juga harus tunduk pada surat Edaran Kapolri terkait larangan terhadap anggota Polri untuk tidak berpolitik praktis.

“Saya yakin Kapolres Manggarai, mengetahui aturan ini, namun ia mau menunjukan sikap arogansinya kepada masyarakat,” tegasnya.

Petrus Salestinus/Foto: Peter/Floresa

Menurut pengacara senior yang mengabdi di Jakarta ini, larangan berpolitik praktis bagi anggota Polri tertuang dalam UU Polri Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 28 Ayat (1) serta Surat Edaran Kapolri nomor: SE/7/VI/2014 tanggal 3 Juni 2014 tentang larangan berpolitik praktis bagi polisi.

Pendaftaran dirinya di sejumlah Partai Politik dan gencar melakukan sosialisasi politik dengan masyarakat Manggarai Timur, kata Petrus, berarti Kapolres Marselis telah melaksanakan aktivitas politik praktis yang melawan aturan.

“Artinya ia telah melanggar semua aturan yang berlaku terkait pelarangan anggota Polri aktif terlibat berpolitik,”. (Ronald Tarsan/Floresa).

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Inilah SMA Ranking 1-5 di NTT Berdasarkan Rata-rata UN 2017

Floresa.co - Berbagai mancam variabel untuk menilai hasil pendidikan. Salah satunya...

Adak Todo sebagai Keturunan Minangkabau: Sebuah Hipotesa

Oleh : VIANNEY ANDRO PRASETYO Dalam catatan ‘Sejarah Manggarai dalam Lintasan Sejarah...

Go’et: Seni Sastra Masyarakat Manggarai

Oleh: HIRONIMUS EDISON Tradisi tulisan umumnya terbentuk dari tradisi lisan. Tradisi tulisan...

Ribuan Umat Arak Patung Bunda Maria Menuju Pantai Pede

Labuan Bajo, Floresa.co - Ribuan umat Katolik di kota Labuan Bajo,...

Agar Terakreditasi, RSUD Ruteng Harus Perbaiki Pelayanan

Ruteng, Floresa.co - Jumat petang akhir pekan lalu, manajemen Rumah Sakit...

Pulau-pulau di Sekitar Labuan Bajo: Siapa yang Punya?

Floresa.co - Status kepemilikan 264 pulau di sekitar Labuan Bajo, Kabupaten...

Buntut Ijazah Palsu, Bupati Lembata Dimaksulkan DPRD

FLORESA.CO - Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Lembata mengusulkan penonaktifan Bupati Eliaser...

Cerita Lain Festival Pede: Tak Ada Izin, Polisi yang Bingung dan Pemda yang Gamang

  Floresa.co – Sabtu, pukul 15.00 Wita pada 15 Agustus 2015. Bendera...