BerandaPERISTIWAJPIC-OFM Gelar Pelatihan Pemuda...

JPIC-OFM Gelar Pelatihan Pemuda Penjaga Kampung

Ruteng, Floresa.co – Komisi Justice, Peace and Integrity of Creation – Ordo Fratrum Minorum (JPIC – OFM) menggelar pelatihan pemuda penjaga kampung di Pagal, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelatihan ini telah dimulai Senin, 26 Juni dan akan berakhir pada 5 Juli mendatang.

Pastor Peter C Aman OFM, direktur JPIC-OFM Indonesia mengatakan, ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan pelatihan ini.

Awalnya, kata dia, pelatihan ini diadakan ketika wilayah Manggarai Raya terancam investasi pertambangan.

Ia menjelaskan, para pemuda dilatih untuk menjaga kampung  sebagai komunitas adat dan budaya, di mana orang hidup, saling menghidupi, berjuang supaya tetap hidup dan hidup lebih baik.

“Semua itu adalah bagian dari kekayaan yang memperkuat dan memperteguh persatuan warga kampung,” katanya dilansir Florespost.co.

Selain itu, menurut dia, kampung merupakan suatu komunitas ekologis, di mana warga hidup bukan hanya dengan manusia tetapi juga dengan alam ciptaan, yang dalam budaya dan adat istiadat orang Manggarai dipahami melalui filosofi “Gendang one’n lingko’n pe’ang.” 

Filosofi tersebut, jelasnya, berarti ada pemukiman atau kampung yang terpusat dalam Mbaru Gendang (rumah adat) serta tanah-tanah garapan  warga kampung yang disebut dengan lingko.

“Kita hanya hidup baik kalau kesatuan dengan alam terjaga dengan baik, yakni dengan  wae teku (mata air), compang dari (tempat persembahan), natas labar (halaman kampung), uma duat (kebun) dan mbaru ka’eng (rumah),” ujarnya.

Ia menjelaskan, kampung mesti dijaga karena sekarang begitu banyak tantangan dan perkembangan yang datang, yang dialami setiap hari di kampung baik secara pribadi maupun secara bersama.

“Kita mengalami lingkungan hidup makin kusam, kampung kita juga terancam, kekeringan mata air,” ungkapnya.

Situasi ini, kata dia, mencemaskan karena kekuatan adat melemah.

Dia berharap, melalui pelatihan ini para peserta mampu mengembalikan kekuatan adat-istiadat dan budaya agar kampung dan alam tetap utuh, harmonis serta bersatu menuju hidup yang lebih baik.

“Itulah alasan dan latar belakang mengapa kegiatan pemuda-pemudi penjaga kampung dilaksanakan setiap tahun,” tutupnya. (ARJ/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Rentetan Aksi Represif Aparat di Labuan Bajo: Warga di Kafe Diserang dan Dipukuli

Tindakan represif itu diawali dengan peringatan agar ratusan massa yang berkumpul di depan markas Polres Mabar segera membubarkan diri. Dimulai dengan tembakan peringatan, aparat melakukan penyerangan dengan memukul warga serta merusakkan beberapa kursi di dalam kafe.

Buntut Kenaikan Tarif ke TN Komodo, Pelayanan Jasa Wisata di Labuan Bajo akan Mogok Massal, Dimulai 1 Agustus 2022

“Kami dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dalam menyepakati komitmen pemberhentian semua pelayanan jasa pariwiata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan dimulai pada tanggal 1 Agustus sampai 31 Agustus 2022,” demikian ditegaskan pelau wisata.

Mengapa Dirut BPOLBF Berani Klaim ‘Telah Sediakan 50 Destinasi Alternatif di Labuan Bajo’ Pada Momen Kenaikan Tarif ke TN Komodo?  

Pelaku wisata menduga bahwa salah satu alasan di balik kenaiktan tarif ini ialah karena laporan pihak BPOLBF yang mengklaim telah menyediakan 50-an destinasi alternatif di Labuan Bajo. Direktur BPOLF, Shana Fatina diduga memiliki peran dan berkepentingan di balik kebijakan kontroversi ini.

Jokowi Umumkan Pulau Rinca untuk Pariwisata Massal, Pulau Padar dan Komodo untuk Pariwisata Eksklusif

Skema ini mengancam keutuhan Taman Nasional Komodo sebagai rumah perlindungan aman bagi satwa langka Komodo dari ancaman kepunahan akibat perubahan iklim dan dari desakan aktivitas eksploitatif manusia. Dengan skema itu pula, telah terjadi perubahan drastis paradigma pembangunan pariwisata dari ‘community based-tourism’ menjadi ‘corporate-driven tourism’.

Komodo Dibawa ke Negara Lain, Bukan Hal Baru!

Labuan Bajo, Floresa.co - Penangkapan penyelundup Komodo di Jawa Timur (Jatim)...

Pelaku Wisata Kepung Hotel Local Collection, Tuntut Pembatalan Launching Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Aksi massa ini adalah bagian dari rangkaian agenda penolakan kenaikan tarif masuk TN Komodo dengan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA yang secara resmi diluncurkan 29 Juli dan akan berlaku mulai 1 Agustus 2022.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah dan Masih Mengantongi Izin Investasi di Taman Nasional Komodo  

Selama sekitar dua dekade terakhir, Taman Nasional Komodo menjadi bancakan investor untuk mengais rupiah. Meskipun berstatus wilayah konservasi binatang purba komodo, namun perusahaan-perusahaan masih mendapat izin investasi.

Pemda Mabar Surati KLHK, Desak Tinjau Kebijakan ‘Kenaikan Tarif ke TN Komodo’  

“Berdasarkan tuntutan masyarakat pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam Formapp-Mabar dan untuk mendukung pengelolaan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, maka Pemda Mabar memohon untuk mempertimbangkan dan menunjau kembali rencana pembatasan kuota dan kenikan tarif masuk sebesar 3.750.000 rupiah per orang per tahun,” demikian bunyi surat itu.