BerandaARTIKEL UTAMAMedia Vatikan Publikasi Berita...

Media Vatikan Publikasi Berita Terkait Polemik di Keuskupan Ruteng

Floresa.coMasalah antara para imam dan uskup di Keuskupan Ruteng, Flores telah dipublikasi di sejumlah media Katolik internasional, termasuk media milik Vatikan.

Media-media tersebut umumnya mengolah kembali berita yang sebelumnya dipublikasi di Ucanews.com, media Katolik Asia berbasis di Bangkok.

Ucanews.com, media asing yang pertama kali menyoroti kasus ini sudah memuat dua berita, dengan judul Mutinous Indonesian priests quit posts in bishop protest pada 15 Juni dan Rebel Indonesian priests seek Vatican help over bishop pada 20 Juni.

Vatican Radio, media milik Tahta Suci yang banyak mempublikasi kegiatan-kegiatan dan pernyataan Paus Fransikus, mengolah dan mempublikasi kembali berita di Ucanews.com itu pada Kamis, 22 Juni 2017.

Dalam berita itu, dengan judul Dissenting Indonesian priests seek Vatican help over bishop atau “Para imam yang berbeda pendapat mencari bantuan Vatikan terkait uskup” disebutkan bahwa hampir 70 orang imam di Keuskupan Ruteng sudah meminta Vatikan untuk membantu menyelesaikan perselisihan pahit dengan Mgr Hubertus Leteng, di mana uskup dinyatakan menyalahgunakan uang lebih dari Rp 1 miliar.

Media itu melansir pertemuan perwakilan para imam, yang didampingi oleh seorang pejabat Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dengan Duta Besar Vatikan di Indonesia, Mgr Antonio Guido Filipazzi pada 16 Juni.

Pertemuan itu disebut dilakukan setelah para imam mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan, sebagai bentuk protes terhadap uskup.

Romo Alfonsius Segar, salah satu imam yang bertemu dengan Duta Vatikan, dilaporkan mengatakan bahwa Mgr Filipazzi akan segera menyampaikan masalah ini ke Vatikan.

”Kami menanti keputusan cepat Vatikan mengenai hal ini,” kata Romo Alfons.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci, Antonius Agus Sriyono mengatakan kepada Vatican Radio, ia sedang mengamati krisis yang terjadi di Keuskupan Ruteng, dan jika diminta, ia siap menjadi mediator.

Vatican Radio memberi penjelasan bahwa tahun lalu, Uskup Leteng dituduh diam-diam meminjam uang Rp 1,25 miliar dari KWI dan Rp 400 juta dari keuskupan namun gagal memberikan laporan pertanggungjawaban.

Dalam sebuah pertemuan dengan para imam, demikian menurut media yang disiarkan dalam belasan bahasa itu, Uskup Leteng, yang berusia 58 tahun mengatakan, uang itu digunakan untuk membiayai pendidikan seorang anak dari keluarga miskin yang sedang belajar menjadi pilot di Amerika Serikat. Ketika ditanya secara rinci perihal anak itu, uskup mengatakan, itu bukan urusan mereka.

Namun, para imam menduga uang itu diberikan kepada seorang wanita yang mereka tuduh memiliki relasi khusus dengan uskup. Kasus soal relasi khusus itu muncul pada tahun 2014 setelah seorang imam yang memilih untuk menanggalkan jubah membongkar hal itu.

Tidak hanya dipublikasi Ucanews.com dan Vatican Radio berita terkait polemik ini juga dimuat di media-media lain, seperti Catholic News Service, Catholic Herald, Christian Today, Crux serta The Tablet, mingguan Katolik terkemuka di Inggris.

Polemik di Keuskupan Ruteng mulai muncul setelah pada 12 Juni, 69 imam menyatakan mengundurkan diri dari jabatan, termasuk para vikaris episkopal, pastor paroki.

Kasus ini juga sudah menyita perhatian umat, di mana digelar doa-doa bersama agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik.

Informasi yang diperoleh Floresa.co, para imam yang melawan uskup masih terus merapatkan barisan.

Mereka dilaporkan menggelar pertemuan pada Rabu, 21 Juni lalu di Ruteng, di mana diputuskan untuk menanti sikap Vatikan, sambil tetap berupaya konsentrasi pada tugas-tugas kegembalaan.

Dalam wawancara dengan Floresa.co sebelumnya, mereka menyebut, pilihan mengangkat masalah ini ke publik dilakukan setelah berbagai mekanisme internal, termasuk dialog dengan Uskup Leteng gagal untuk mencapai solusi.

BACA: Ada Apa di Balik Kemelut di Keuskupan Ruteng?

Dalam dialog pada 12 Juni lalu, seorang imam mengatakan, mereka juga menemui jalan buntu, sehingga “sepakat untuk tidak sepakat” dengan poin-poin yang dibicarakan, karena respon uskup sama dengan yang disampaikan dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya (ARL/ARJ/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Walhi NTT Ingatkan Pemerintah Berhenti Khianati Mandat Cagar Biosfer TN Komodo

“TN Komodo yang telah berjalan 42 tahun gagal untuk menjalankan tiga mandat utama cagar biosfer yakni pelestarian keanekaragaman hayati/satwa, peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat dengan mekanisme ekonomi ramah lingkungan dan berkeadilan dan pemuliaan kebudayaan rakyat,” kata Walhi NTT

Potret Sejarah Manggarai dalam Sejarah Nusantara: Sebuah Studi Literatur

Catatan editor: Tulisan ini merupakan karya dari Vianney Andro Prasetyo, seorang...

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.