BerandaARTIKEL UTAMAAgus Tama: "Sudahlah..."

Agus Tama: “Sudahlah…”

Labuan Bajo, Floresa.co – Agus Tama, tersangka kasus dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar tidak banyak berbicara ketika ditanya wartawan sesaat sebelum dipindahkan ke Kupang, Senin, 29 Mei 2017.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ini terlihat tenang.

Sebelum menaiki kendaraan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, ia memberikan salam kepada beberapa PNS yang saat itu berada di Polres Mabar.

Ia juga menyapa beberapa anggota polisi yang berada di bagian depan Polres.

Tama mecoba tersenyum ketika awak media menanyakan peran pihak lain dalam kasus yang mengantarnya ke jeruji besi itu.

“Mau bilang apa lagi. Saya sudah dipenjara. Sudahlah…,” ujarnya singkat.

Ia mempersilakan wartawan bertanya kepada kuasa hukumnya terkait peran pihak lain dalam kasus yang merugikan negara hampir Rp 1 miliar ini.

“Silakan tanya kuasa hukum saya, terkait mereka-mereka itu,” ujarnya.

Tama dipindahkan ke Kupang untuk mulai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang. Ia ditahan setelah menjadi tersangka sejak 10 Maret 2017 lalu.

Baca: Agus Tama, Tersangka Kasus Lando-Noa Akan Diberangkatkan ke Kupang

Tama ke Kupang didampingi beberapa orang penyidik Tipikor Polres Manggarai Barat.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa ini, kepolisian sudah menetapkan tiga orang tersangka.

Dua tersangka lain adalah Jimi Ketua selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Vinsen, direktur CV Sinar Lembor, kontraktor yang ditunjuk mengerjakan proyek senilai hampir Rp 4 miliar ini.

Dua tersangka ini tidak terlihat bersama Agus Tama ke Kupang hari ini. Keduanya memang selama ini belum ditahan kepolisian.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Supiyanto mengatakan Vinsen sedang berobat di Surabaya.

“Dia akan datang ke Kupang apakah sore ini atau besok. Saat ini dia masih berada di Surabaya,”ujar Supiyanto.

Jimi Ketua, menurut Supiyanto, berkasnya belum dilimpahkan. ”Kita belum limpahkan berkasnya. Sekarang kita fokus dua tersangka ini dulu,” ujarnya.

Dua tersangka yaitu Agus Tama dan Vinsen kata Supiyanto akan segera disidangkan.

“Berkas keduanya sudah lengkap dan masuk ke tahap dua. Kedua tersangka akan kita serahkan ke kejati NTT untuk selanjutnya menjalankan sidang di pengadilan Tipikor Kupang,” ujarnya.

Supiyanto mengatakan, selama ini Vinsen tidak ditahan karena alasan sakit.

Ditanya soal Jimi Ketua, ia mengatakan nanti juga akan ditahan, tetapi masih menunggu waktu yang pas.

“Pasti ada waktu yang pas,” ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Polisi yang Kembali dari Labuan Bajo Usai Kawal Aksi Mogok Kecelakaan

Sumber Floresa.co di Waelengga mengatakan, bus bernomor polisi EB 7004 DK tersebut terbalik di Teku Teang, arah barat Waelengga sekitar pukul 20.00 Wita.

Terkait Aksi Represif di Labuan Bajo, PMKRI dan GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda NTT dan Kapolres Mabar

"Kedua petinggi institusi kepolisian ini telah mempermalukan institusi Polri dengan memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan represif," tegas PMKRI dan GMNI.

Hari Pertama Aksi Mogok Pariwisata di Labuan Bajo: Pegiat Wisata Ditangkap dan Dipukuli Aparat, Situasi Mencekam

Suasana kota tidak ramai seperti biasanya, di mana bandara sepi dan pelabuhan tidak beroperasi. Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo terpaksa dijemput dengan angkutan umum yang dikendarai polisi.

Kacaunya Tata Kelola TN Komodo: Penuh Kepentingan Bisnis, Minim Aksi Konservasi, dan Menyisihkan Warga Setempat

Pengembangan konservasi dan pariwisata juga harus menjamin keikutsertaan aktif serta distribusi keadilan bagi warga di dalam dan sekitar kawasan. Harapannya, mata pencaharian mereka tidak dicaplok oleh kepentingan elit bisnis dan politik.

Aksi Mogok Hari Kedua: Satu Pelaku Wisata Jadi Tersangka, Pemerintah Pakai Mobil Dinas Angkut Wisatawan

Upaya para pelaku wisata melakukan aksi damai untuk menyuarakan protes kepada pemerintah dilarang aparat, dengan dalih bahwa aksi mereka tidak diizinkan karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Hingga sore ini, masih terdapat tiga pelaku wisata yang ditahan di Polres Mabar, sejak ditangkap kemarin. Salah satunya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Puluhan Pelaku Wisata Masih Ditahan di Polres Mabar, 6 Mengalami Luka

“Enam orang [di antaranya] mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah dan 4 orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang [menurut] pengakuan mereka merasa dipukul dan ditendang dari belakang,” kata pengacara.

Tanggapi Mogok Massal di Labuan Bajo Lewat Himbauan di Medsos, Menteri Pariwisata Dikritik Keras

“Pak @Saindiuno, yang terjadi di L Bajo, pemerintah pakai dalih konservasi, itu pun tidak masuk akal, padahal sebenarnya mau invasi investasi ke TNK. Jangan tipu masyarakat...”

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....