Paulus Panggul, Sekretaris Dewan DPRD Manggarai Barat (Foto: Floresa.co)

Labuan Bajo, Floresa.co – Sebanyak 30 anggota DPRD Manggarai Barat (Mabar) melakukan kunjungan kerja atau studi banding ke Bandung, Surabaya dan Bali selama lima hari.

Anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 1,5 miliar.

Sekretaris DPRD Mabar, Paulinus Panggul mengatakan biaya untuk setiap anggota dewan mencapai Rp 50 juta per orang selama lima hari atau Rp 10 juta per hari.

Dengan demikian total biaya yang dikeluarkan negara untuk biaya kunjungan kerja ini mencapai Rp 1,5 miliar.

Dana tersebut untuk tiket pesawat pulang-pergi; biaya hotel; biaya makan dan biaya lainnya.

Paulus mengatakan Komisi A akan melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Komisi B ke Bandung dan Komisi C ke Bali.

“Tetapi masih dibahas lagi untuk kepastian tempatnya. Biaya Kunker dihitung dalam perjalanan dinas. Sekitar Rp 10 juta per orang,” kata Paulinus,seperti dikutip dari laman Pos Kupang, Rabu 26 April 2017.

Kunjungan kerja keluar daerah ini diakui Ketua Komisi B Marsel Jeramun dan Ketua Komisi C Marthen Warus.

Keduanya membenarkan bahwa akan ada kunjungan kerja ketiga kota tersebut.

Namun, belum dipastikan waktu keberangkatannya. Tetapi diperkirakan dalam waktu dua atau tiga hari ke depan.

Komisi B kata Marsel Jeramun akan melakukan kunjungan kerja ke Bandung untuk melihat pengelolahan keuangan daerah dan pembangunan infrastruktur.

“Itu karena daerah mereka dianggap berhasil berkaitan dengan dua hal tadi,” kata Marsel.

Ketua Komisi C, Marthen Warus mengatakan komisinya akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tabanan Bali.

“Untuk melihat potensi agrowisata, seperti pusat sayur. Tetapi waktunya belum dipastikan,” kata Marthen.

BACA:DPRD Mabar Habiskan Sekitar Rp 350 Juta untuk Studi Banding ke Yogyakarta

Catatan Floresa.co, ini bukan kali pertama DPRD Manggarai Barat melakukan studi banding ke luar daerah.

Tahun 2015 lalu, 30 anggota DPRD Manggarai Barat juga menggelar studi banding ke Yogyakarta. Saat itu, total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 350 juta. (PTD/Floresa)