Wihelmus Sebastian, Ketua MKKS Manggarai bersama dengan dua pengajar dari SMK Negeri Wae Ri'i Rikardus Ganis dan Fransiskus Jehoda sedang memberikan keterangan pers pada Sabtu, 10 April 2017.

Ruteng, Floresa.co – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (MKKS SMK) Kabupaten Manggarai menggelar sejumlah perlombaan pada Senin, 10 April 2017

Kegiatan itu yang digelar di SMK Negeri 1 Wae Ri’i bertujuan meningkatkan kompetensi siswa. Siswa dari 12 SMK terlibat dalam acara yang disebut “Lomba Kompetensi Siswa Tahun 2017” itu.

Ada empat item yang dilombakan, antara lain Lomba Keterampilan Siswa, Gebyar SMK (pameran hasil karya), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (atletik, pencak silat, karate, renang dan bulu tangkis) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (tari tradisional, gitar solo, film pendek, menyanyi solo, cipta dan baca puisi, dan bermain piano klasik).

Wihelmus Sebastian, Ketua MKKS Manggarai mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mengukur kualitas dan potensi siswa SMK.

Ajang ini, kata dia, juga menjadi tolok ukur keberhasilan SMK dalam proses pembinaan dan pengembangan pendidikan.

“Dan, kami siap mendidik siswa SMK,” katanya.

Bagi siswa yang menjuarai perlombaan tersebut, menurut Bastian, selanjutnya akan diutus mengikuti lomba di tingkat provinsi, mewakili Kabupaten Manggarai.

Fransiskus Jehoda, salah satu guru SMKN 1 Wae Ri’i menambahkan, perlombaan ini juga merupakan rangkaian kegiatan nasional.

Feliks Farjono, Pelaksana Harian Kepala Sekolah SMK Wae Ri’i mengharapkan perhatian pemerintah berkaitan dengan akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan pada sekolah kejuruan.

“Hanya ada satu SMK Negeri di Manggarai yaitu SMK Negeri 1 Wae Ri’i. Kami berharap pemerintah membuka mata untuk menambah lagi SMK Negeri di setiap kecamatan,” katanya.

Sementara itu, Rikardus Ganis, Ketua Panitia Tingkat SMK Negeri Wae Ri’i yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana SMK Negeri mengatakan, sekolah kejuruan bisa melahirkan tenaga muda yang handal, profesional dan terdidik, serta siap memasuki dunia kerja.

“Kehadiran SMK dapat memberi solusi nyata bagi minimnya lapangan pekerjaan. Lulusan SMK, tenaganya siap pakai,” tutupnya. (Ronald Tarsan/Floresa).