Christian Rotok (Foto: Pulaubunga.com)

Floresa.co – Keterlibatan Ketua DPD Gerindra Kabupaten Manggarai Barat-NTT Kosmas Semen Janggat alias Koce Janggat sebagai mandor PT Sarana Investama Manggabar (SIM) di pantai Pede tidak sejalan dengan sikap politik pimpinan DPD Geridra Provinsi NTT.

Dua pimpinan Gerindra NTT yaitu Esthon Foenay dan Christian Rotok menolak kebijakan pemerintah provinsi NTT untuk menyerahkan pengelolaan pantai Pede ke PT SIM.

BACA: Eston Foenay Tolak Rencana Privatisasi Pantai Pede

Namun, di lapangan Koce Janggat justru menjadi mandor para pekerja PT SIM. Koce pernah mengatakan bahwa, pilihannya membela PT SIM saat ini tidak ada kaitannya dengan statusnya sebagai petinggi partai politik.

BACA: Koce Janggat: Saya Ini Cari Makan

Dalam rapat konsolidasi partai Gerindra tiga kabupaten (Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat) pada 5 April lalu, Christian Rotok telah memberikan peringatan kepada Koce.

“Saya sudah memberikan peringatan kepad Koce, supaya buat pilihan. Kalau masih mau urus Partai, harus sejalan dengan komitmen pa Esthon dan saya. Kalau masih mau urus perusahaan, tinggalkan partai,”ujar Christian Rotok kepada Floresa.co, Jumat 7 April 2017.

Sebelumnya, Esthon Foenay dan Christian Rotok pernah mengungkapkan penolakan mereka atas privatisasi pantai Pede.

”Saya menolak secara tegas pembangunan hotel di Pantai Pede, pemerintah tidak boleh memberikan ke pihak investor. Rakyat sudah menyatu serta membutuhkan ruangan publik,”ujar Eston di Labuan Bajo pada 21 Februari 2015. (PTD/Floresa)