Senin, 20 September 2021

5 Muka Lama dalam Bursa Pilkada NTT

Floresa.co – Sejumlah nama kini muncul sebagai bakal calon gubernur maupun wakil gubernur NTT dalam ajang pilkada serentak tahun 2018.

Ada beberapa nama baru yang muncul, tetapi ada juga orang-orang lama yang pernah berlaga di pilkada sebelumnya.

Penelusuran Floresa.co, setidaknya ada lima orang yang pernah mencalonkan diri pada pilkada 2013 bahkan 2008, dan kini kembali menyatakan maju sebagai calon.

- Advertisement -

Beny Kabur Harman

Politikus partai Demokrat yang kini masih menjabat sebagai anggota DPR RI ini sedang giat-gitanya melakukan sosialisasi. Beny memang kembali maju dalam pilkada NTT tahun depan.

Beny Harman pernah maju dalam pilkada NTT tahun 2013. Saat itu, pria asal Manggarai ini berpasangan dengan Willem Nope.

Dari lima pasangan calon pada pilkada 2013 putaran pertama, pasangan BKH-Nope hanya memperoleh 242.610 suara atau 10,61 persen dari suara sah.

Suara pasangan ini berada di urutan buntut dari lima pasangan calon. Mereka pun tak bisa berlaga pada putaran kedua.

Nama Beny Kabur Harman juga sempat muncul sebagai bakal calon pada pilkada 2008. Saat itu, ia hendak menggaet Alfred Kase sebagai wakil.

Namun, niatnya untuk maju kandas sebelum bertarung karena dukungan partai tak mencukupi.

Christian Rotok

Christian Rotok disebut-sebut maju sebagai calon wakil pada pilkada 2018. Ia sedang melakukan sosialisai diri ke sejumlah wilayah di NTT.

Rotok adalah bupati Kabupaten Manggarai selama dua periode yaitu 2005-2010 dan 2010-2015. Rotok pada tahun 2013 adalah calon gubernur berpasangan dengan Abraham Paul Liyanto.

Pasangan dengan sebutan Christal ini maju melalui jalur perseorangan. Namun, keduanya kandas pada putaran pertama.

Dari 2.286.461 suara sah saat itu, pasangan Christal hanya berhasil memperoleh 14,55% suara, atau berada di posisi keempat dari lima pasangan calon.

Eston Foenay

Eston Foenay adalah politikus Gerindra NTT. Rencananya, pada pilkada NTT tahun 2018, ia maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Christian Rotok, yang juga dari Gerindra.

Eston pertama kali maju pada 2008. Saat itu, ia menjadi calon wakil berpasangan dengan Frans Lebu Raya yang menjadi calon gubernur.

Dari tiga pasangan calon pada pilkada NTT 2008, pasangan ini menjadi pemenang. Keduanya pun dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur NTT 2008-2013.

Pada pilkada NTT 2013, Eston dan Lebu Raya tak lagi maju sebagai satu pasangan calon. Eston memilih maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Paul Edmundus Tallo.

Eston dan Tallo berhasil masuk putaran kedua pada pilkada 2013 itu, dengan perolehan suara 515.836 (22,56 persen). Pada putaran kedua, keduanya bertarung dengan sesama petahana yaitu pasangan Frans Lebu Raya-Beny Litelnony yang memperoleh 681.273 suara (29,80 persen).

Namun, Eston kemudian kandas pada putaran kedua. Perolehannya suaranya sebanyak 1.014.888 (48,75 persen), lebih unggul dari Lebu Raya yang memperoleh 1.067.054 suara (51,25 persen) dari 2.081.942 total suara sah.

Ibrahim Agustinus Medah

Ibrahim Medah ada politikus Golkar NTT yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Pria kelahiran Rote 8 Juni 1947 ini pernah menjadi bupati Kupang periode 1999-2009.

Medah maju sebagai calon gubernur NTT pada pilkada 2013 berpasangan dengan Emanuel Melkiades Lakalena yang juga politikus Golkar.

Keduanya kandas di putaran pertama dengan perolehan suara 514.173 (22,49 persen).

Meda juga pernah maju dalam pilkada NTT tahun 2008. Saat itu, ia berpasangan dengan Paulus Moa. Perolehan suara pasangan ini saat itu sebesar 711.116 suara.

Melki Lakalena

Pria dengan nama lengkap Emanuel Melkiades Lakalena saat ini adalah pengurus DPP Golkar.

Pria berdarah Ende kelahiran Kupang, 10 Desember 1976 ini, maju pertama kali pada pilkada NTT 2013, saat umurnya masih sekitar 37 tahun.

Ia maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Ibrahim Medah. Kedunya kalah pada putaran pertama.

Nama Melki kini kembali muncul sebagai salah satu bakal calon yang kemungkinan diusung Golkar selain Ibrahim Medah dan beberapa nama lain pada Pilkada NTT 2018. (PTD/Floresa)

- Advertisement -

Baca Juga