Sofyan, TNI yang diberitakan oleh Floresa.co menyusup saat demo di Pantai Pede.

Floresa.co – Pihak Kodim 1612 Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi klarifikasi terkait berita Floresa.co yang menyebut ada oknum TNI yang menyusup saat demo terkait Pantai Pede di Labuan Bajo, pada Rabu, 29 Maret 2017.

Wahyu Setiawan dari Kodim yang adalah atasan Sofyan – nama TNI yang dalam berita Floresa.co disebut menyusup – merasa keberatan dengan isi berita tersebut.

Ia pun mengirim klarifikasi pada Sabtu, 1 April 2017 terkait berita berjudul Susupi Demo di Pantai Pede, Oknum TNI Teriak Rusuh itu.

Floresa.co memilih memuat lengkap klarifikasi tersebut. Berikut isinya:

Terkait pemberitaan Floresa.co, Susupi Demo di Pantai Pede, Oknum TNI Teriak Rusuh, sangat disayangkan mengapa dalam aksi unjuk rasa tersebut membawa nama oknum dan institusi TNI? Sedangkan yang bersangkutan tidak mengenakan atribut TNI, dan tidak berseragam TNI, lantas kenapa menyebutnya oknum TNI.

Dalam permasalahan tersebut dimohon kepada wartawan tidak membawa-bawa nama instansi. Kami tegaskan keberadaan Ybs disitu jelas merupakan bagian dari tugasnya, untuk memonitoring kegiatan aksi unjuk rasa dan pengamanan terhadap masyarakat, jelas sesuai dengan prosedur dan kapasitas tugas Ybs. Karena saat itu diketahui ada indikasi akan terjadi kerusuhan, maka dilakukan antisipasi cegah dini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Aksi unjuk rasa yang semula merupakan Aksi Damai ternyata berubah menjadi aksi pengerusakan / pembongkaran pagar Masa aksi unjuk rasa Datang sampai di pantai Pede kemudian langsung merobohkan dan membongkar pagar. Dalam situasi seperti itu jelas sekali semua aparat termasuk Ybs, yang di sebut2 oknum TNI  (bernama Sofyan) bersama-sama dengan aparat lain yg tergabung dalam KOMINDA serentak maju agar tidak terjadi kerusuhan dan tindak anarkis. Disitu terlihat jelas Ybs (red Sofyan) tidak menggunakan seragam atau atribut TNI. Jadi sekali lagi tolong jangan dikaitkan keberadaan Ybs (Sofyan) dengan anggota atau oknum TNI.

Dari keterangan lain yang kami dapat, Kejadian tersebut berawal dari aksi Unjuk rasa yang awalnya merupakan aksi Damai dilakukan oleh GPP (Gerakan Peduli Pede) hari Rabu tanggal 29 Maret 2017 di pantai Pede yang berakhir ricuh dan dilakukan penangkapan satu orang dari masa aksi unjuk rasa, dikarenakan terjadi pengerusakan pagar pembatas dan tidakan anarkis yang dilakukan salah satu massa kepada aparat keamanan (Kasad Intel Iptu Aang Kusmawan, yang saat itu menghalau masa dan memberikan arahan agar tidak merusak pagar yang ada di pantai Pede, berusaha di tarik dari belakang oleh salah satu orang dari massa aksi unjuk rasa). Sehingga semua aparat bereaksi untuk mengamankan pelaku serta Tim Buser polres meletuskan tembakan 2 kali ke udara. Saat itu ybs (yang disebutkan bernama Sofyan) bersama dengan aparat lainnya  berteriak  “kalau tidak bisa damai dan masih anarki serta melakukan pengerusaka Bubar saja”. Kalau anarkis dan rusuh bubar saja tidak usah orasi di sini.

Saat kericuhan tersebutlah wartawan yang ada langsung mengerumuni Ybs yang sedang bersama anggota Buser dan Kesbangpol serta Sat Pol PP.

Ada dari masa atau wartawan bertanya kepada Ybsda bapak siapa? Bapak dari intel polisi ya? Kenapa menyuruh bubar?. Tapi Ybs tidak berkomentar apapun sambil berlalu pergi dengan rekan Buser yang lain.

Tidakan pencegahan tersebut dilakukan bersama rekan rekan dari Kesbangpol dan Buser serta Pol PP saat menghalau massa aksi yg mulai rusuh dikarenakan dari pihak karyawan PT. SIM yang berada di dalam area proyek pantai Pede juga sudah tidak bisa menahan emosi  untuk merangsek maju menyerang massa pengunjuk rasa.

Dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut, diketahui Kepala DPRD dan beberapa anggota DPRD Manggarai Barat juga berada dilokasi proyek pantai Pede, sehingga Tindakan yang dilakukan  Ybs semata2 agar tidak terjadi hal-hal yg tidak diinginkan seandainya terjadi bentrokan massa aksi dan karyawan PT. SIM mengingat di lokasi tersebut terdapat tokoh pemerintahan. Menyangkut tugas Ybs (red Sofyan) melaksanakan monitoring dan pengamanan aksi unjuk rasa tersebut beserta rekan-rekan yang lain. (Floresa)