BerandaARTIKEL UTAMAKesulitan Biaya Medis, Warga...

Kesulitan Biaya Medis, Warga Asal Matim di Bali Berharap Ada yang Membantu

Floresa.co Salah satu keluarga asal Kabupaten Manggarai Timur yang menetap di Denpasar, Bali sedang membutuhkan bantuan dana untuk membayar utang pengobatan anak mereka di Rumah Sakit Sanglah.

Pasangan Leonardus Arveno dan Srila Tango, yang berasal dari Kecamatan Poco Ranaka ini baru saja melakukan perawatan intensif terhadap buah hati mereka, Safrianus Loyra.

Bayi berusia satu tahun itu menderita kelainan pada usus yang membuat ia kesulitan saat BAB. Jalan keluarnya adalah dengan operasi kolostomi yang sudah dilakukan dua kali. Operasi kolostomi merupakan pembuatan lubang buatan pada saluran pencernaan untuk membuang kotoran.

Safrianus memulai perawatan sejak 19 Febuari 2017, di mana total biayanya adalah Rp 75 juta.

Namun, Leonardus mengatakan kepada Floresa.co via telefon, dirinya kewalahan mendapatkan dana tersebut,

“Kami sudah keluar dari rumah sakit dan hanya mampu membayar Rp  7 juta”, katanya.

Dana Rp 7 juta itu termasuk yang dikumpul dari bantuan beberapa organisasi Flores di Bali.

“Setiap bulan ke depannya, kami wajib membayar cicilan sebesar Rp 500.000. Itu pun karena ada keringanan dari pihak rumah sakit,” ujarnya,

Leonardus mengatakan, saat ini mereka sudah melakukan pendekatan kupada orang tua Manggarai yang ada di Bali untuk membantu biayanya.

Upaya lain juga dilakukan dengan menyiapkan surat keterangan tidak mampu dari desa, dengan harapan agar biaya kembali diringankan oleh pihak rumah sakit.

Selain itu, mereka juga masih menunggu kabar dari keluarga di Manggarai Timur untuk melakukan pendekatan dengan pihak pemerintah agar dapat membantu meringankan biaya.

Pasangan  Leonardus dan Srila selama ini berdomisili di Jalan Kargo Permai – Gang Raja Nata, Denpasar Barat.

Selama proses perawatan anak mereka, mereka tinggal di rumah keluarga  di Jalan Hayan Wuruk/Akasia 16 GG,Mawar No 7 Denpasar.

Leo berharap, bila ada keluarga yang berbelas kasih, silakan memberi donasi melalui Rekening BRI 0557-01-014809500, atas nama Domikus Safio Sukardan, dengan nomor kontak 085339826876

“Saya sendiri belum ada no rekening. Itu nomor rekening adik sepupu saya,” ujar Leo sambil mempersilakan untuk menghubungi dirinya melalui nomor 082339559751. (FRD/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.