BerandaARTIKEL UTAMABanjir dan Longsor Melanda...

Banjir dan Longsor Melanda Kecamatan Boleng, Mabar

Floresa.coAkibat cuaca ekstem selama sepekan terakhir, terjadi banjir dan longsor di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Selain ruas jalan ke ibukota Kabupaten, Labuan Bajo dari Terang menjadi lumpuh total karena longsor di sejumlah titik, warga juga terancam kelaparan karena lahan sawah mereka tersapu banjir.

Lipus Tulur (38), warga Boleng, mengatakan pada Senin 27 Maret 2017, saat ini, kendaraan tidak bisa lagi melintas.

Hal ini, jelasnya, membuat perekonomian menjadi lumpuh, mengingat jalur Terang-Labuan Bajo juga menjadi penghubung ke beberapa kecamatan lainnya di Mabar. 

Situasi ini, jelasnya, juga mempersulit warga untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Warga yang sakit berat, jelasnya, sulit dirujuk ke Rumah Sakit Daerah dan Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo.

“Ini benar-benar mengancam nyawa pasien. Mobilitas kami terganggu. Masyarakat tak bisa melakukan apa-apa,“ keluhnya.

Sementara itu, di Lando, Desa Mbuit, puluhan hektar sawah dipastikan tidak bisa dipanen setelah tersapu banjir.

Martinus, warga Lando mengatakan, dirinya harus rela kehilangan sekitar 8 bujur lahan sawah. Padahal, rencananya hari berikutnya akan panen. Harapan itu sirna oleh banjir.

Ia mengatakan, sekitar belasan warga lainnya juga mengalami kondisi yang sama dengan tingkat kerugian berbeda-beda.

Bahkan, jelasnya, ada warga yang harus rela kehilangan puluhan karung gabah karena terapu banjir.

Hal ini, kata dia, tentu mengancam stok beras di Boleng dan Labuan Bajo umumnya, apalagi Boleng merupakan salah satu penyangah komoditas strategis khususnya beras ke ibu kota.

Pemda Belum Respon

Liput mengatakan, hingga kini Pemkab Mabar belum mengambil tindakan apa-apa, baik terkait longor maupun banjir.

Camat Boleng, Bona Abunawan, kata dia, memang telah meninjau lokasi, tetapi sejauh ini belum ada tindakan riil dari pemerintah.

Ferdi Lando, seorang warga Desa Mbuit juga mengeluhkan kondisi yang sama.

Dirinya berharap, masalah ini segera diatasi karena benar-benar mengancam keberlanjutan hidup warga.

“Kami minta pemerintah daerah turun tangan. Bantu kami,” pintanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Mabar belum menyampaikan keterangan apapun. Camat Boleng juga belum bisa dihubungi. (ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Pastor John Prior: Vatikan Harus Buka Hasil Penyelidikan Kasus Moral Kaum Klerus

Floresa.co - Pastor John Mansford Prior SVD, dosen di Sekolah Tinggi...

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.