BerandaARTIKEL UTAMAAndmesh Kamaleng Juarai 'Rising...

Andmesh Kamaleng Juarai ‘Rising Star Indonesia’

Floresa.co – Setelah melakukan perjuangan selama berminggu-minggu, Andmesh Kamaleng, penyanyi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dinobatkan sebagai pemenang “Rising Star Indonesia” season 2.

Penampilan pria 19 tahun itu pada babak grand final ajang pencarian bakat ini, Senin 27 Maret 2017 memang terus memukau para experts dan dan penonton.

Di babak ini, Andmesh menyanyikan dua lagu. Lagu pertama berjudul “Aku Cuma Punya Hati” milik Mytha Lestari, yang membuatnya lolos ke babak Super 2.

Di Super 2, di mana peserta tersisah dua orang dari empat orang sebelumnya, Andmesh melawan Fauziyah Khalida dan menyanyikan lagu “Making Love Out Of Nothing At All” dari Air Supply.

Hasilnya, voting Andmesh jika dijumlahkan berhasil mengalahkan Fauziyah. Layar interaktif raksasa pun langsung terbuka saat voting Andmesh mengungguli Fauziyah.

Semua pendukung Andmesh di studio langsung bersorak gembira. Begitu juga para experts yakni Rossa, Judika, Ariel NOAH dan Anang Hermansyah, yang langsung berdiri dan bertepuk tangan untuk Andmesh.

“Selamat datang di industri musik Indonesia,” ujar Anang usai mengucapkan selamat pada Andmesh.

Dengan kemenangan ini maka Andmesh berhak atas hadiah uang tunai senilai Rp 125 juta, mobil dan asuransi sebesar Rp 1 miliar.

Gubenur Frans Lebu Raya ikut menyaksikan penampilan Andmesh dengan hadir langsung di studio RCTI, jakarta.

Selamat untuk Andmesh! (ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Motang Rua: Kisah Heroik Pahlawan Manggarai (1)

Floresa.co - Nama Motang Rua, yang lahir tahun 1860, sudah tak...

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...