BerandaARTIKEL UTAMAPimpinan DPRD Manggarai Barat...

Pimpinan DPRD Manggarai Barat Tak Akur Soal PAW Edi Endi

Labuan Bajo, Floresa.co – Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak satu kata soal pergantian antar waktu (PAW) Edi Endi dan juga Agustinus Galut.

Abdul Ganir, Wakil Ketua DPRD mengaku hubungan diantara tiga unsur pimpinan DPRD tidak akur.

Ganir mengatakan ketidakakuran ini terjadi setelah Ketua DPRD Belasius Jeramun mengirimkan surat ke KPUD Manggarai Barat untuk memproses pergantian Edi Endi dan Agustinus Galut.

Kedua anggota ini sudah diputuskan diganti oleh masing-masing partai mereka yaitu DPP Golkar (Edi Endi) dan PBB (Agustinus Galut).

Ganir menuding ketua DPRD Belasius Jeramun mengirim surat ke KPUD tanpa melibatkan pimpinan DPRD lainnya.

“Pa ketua semua yang akomodir. Internal kami ini sedang tidak akur”,ujar Ganir di Labuan Bajo, Selasa (21/2).

Ganir mengaku surat yang dikirim partai Golkar ke DPRD dan juga somasi yang dilayangkan Edi Endi terkait Surat Keputusan PAW tidak pernah dibahas di internal pimpinan DPRD.

”Kami tidak pernah dilibatkan dalam proses pergantian dua anggota DRPD yang di PAW”ujarnya.

Menurut Ganir, pengiriman surat ke KPUD yang dilakukan Ketua DPRD harus mengacu pada UU yang berlaku.

BACA: Edi Endi Minta Pimpinan DPRD Hormati Proses Hukum

“Kalu rujuk pada undang-undang, idealnya harus ada keputusan dulu (putusan atas gugatan hukum). Tetapi ya, terkesan hanya pakai naluri sendiri,”ujarnya.

Wakil Ketua DPRD lainnya, Fidelis Syukur menjawab diplomatis ketika ditanya apakah dilibatkan sebelum adanya keputusan mengirim surat ke KPUD.

”Bukan surat,hanya laporan saja,”ujar Fidelis.

Menurut Fidelis, pengiriman surat ke KPUD harus ada lampiran keputusan dari pihak penggugat.

”Tidak boleh dunk menyalahi PKPU perubahan tahun 2016. UU itu sudah mengatur secara jelas. Proses pelantikan belum bisa dilaksanakan sebelum ada keputusan hukum terkait gugatan,”ujarnya.

Ketua DPRD Belasius Jeramun enggan menanggapi apa yang disampaikan Ganir.

“Silakan mereka omong, sudah disampaikan tadi,”ujar Jeramun.

Ferdinand Ambo/Floresa

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Inilah SMA Ranking 1-5 di NTT Berdasarkan Rata-rata UN 2017

Floresa.co - Berbagai mancam variabel untuk menilai hasil pendidikan. Salah satunya...

Adak Todo sebagai Keturunan Minangkabau: Sebuah Hipotesa

Oleh : VIANNEY ANDRO PRASETYO Dalam catatan ‘Sejarah Manggarai dalam Lintasan Sejarah...

12 Tahun Pater Leo Perik Wafat, Begini Cara Sanpio Mengenangnya

Floresa.co - Tepat 6 Oktober 2016, Komunitas Seminari Pius XII Kisol di...

Penambangan Dalam Kawasan Hutan: Kasus di Manggarai

Oleh: EDI DANGGUR Hutan tropis Indonesia sangat kaya flora dan fauna serta...

Pengusaha Nasional yang Mengais Rejeki di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Floresa.co - Hajatan Tour de Flores (TdF) baru saja...

Misi Seminari Kisol dan Dunia Komunikasi

Oleh: DON BOSCO SELAMUN Rasanya tak ada jawaban jitu untuk merespons  topik ...

Uskup Ruteng Pimpin Misa Penutupan Bulan Rosario di Pantai Pede

Labuan Bajo, Floresa.co - Misa penutupan bulan Rosario di kota Labuan...

Ratusan Karung Sampah Terkumpul dari Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, Floresa.co - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama sejumlah...