BerandaARTIKEL UTAMASiswa Sanpio Kunjungi SMAK...

Siswa Sanpio Kunjungi SMAK Setia Bakti

Floresa.co – Sabtu 17 Desember 2016, suasana di SMAK Setia Bakti Ruteng tampak berbeda dari biasanya.

Keramaian kian terasa dan terkesan istimewa tatkala menyambut kedatangan keluarga besar SMA Seminari Pius XII Kisol (Sanpio).

Sebanyak 97 orang siswa dan 5 orang pembina dari sekolah pendidikan calon imam yang terletak di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur itu mengunjungi SMAK Setia Bakti.

Mereka tiba tepat Pkl 09.30 WIB dan langsung disambut dengan tarian di pintu gerbang.  Selanjutnya, keluarga Sanpio dipersilahkan untuk memasuki aula.

John Dahat, Wakil Kepala Sekolah SMAK Setia Bakti dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada keluarga Sanpio.

“Semoga kunjungan ini dapat bermanfaat dan juga dapat meningkatkan persaudaraan dan persahabatan di antara kita,” tegasnya.

Ia juga sempat memperkenalkan beberapa hal lain seperti jumlah guru yang mengabdi di SMAK Setia Bakti dan jumlah siswa.

Sementara itu, Rm. Fery Warman Pr, prefek SMA Seminari Pius XII Kisol mengaku bahagia dengan kegiatan ini.

“Harapannya semoga dapat meningkatkan persaudaraan sekaligus juga bisa mengembangkan kemampuan akademik dan non akademik melalui sharing pengalaman,” katanya.

Dalam kesempatan ini, baik siswa Sanpio maupun dari Setia Bakti tampak sangat menyatu.

Beberapa acara ditampilkan seperti lagu-lagu. Selain para siswa, pembina juga ikut bernyanyi.

Acara lain yang juga dilakukan adalah pertandingan bola voli, meski tidak sampai selesai karena cuaca yang tidak bersahabat.

Acara diakhiri dengan goyang bersama di dalam aula. Tepat Pkl 15.30 WIB, keluarga besar SMA Seminari Pius XII Kisol pamit dan salam sayonara. (Yulita Hety Sujaya/ARL/Floresa)

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Bowosie: Bisnis Orang Pusat di Labuan Bajo?

Yosef Sampurna Nggarang berpandangan bahwa Badan Pelaksana Otoritatif Labuan Bajo Flores (BPO)-LBF lebih memberi kesan menjadi bagian dari oligarki yang ingin mengusai bisnis pariwisata di Labuan Bajo, dibanding berjuang agar mayoritas warga, terutama warga lokal bisa hidup dari pariwisata yang sudah mendunia itu dan kini dilabeli pariwisata super premium.

Kami Cemas dan Takut Karena Proyek Ini Terus Dipaksakan, Kata Warga Wae Sano di Hadapan Bank Dunia

"Kami yakin bahwa Bank Dunia tidak ingin terlibat dalam proses pembangunan yang penuh dengan intimidasi dan potensi kekerasan,” demikian pernyataan warga.

Dikunjungi Bank Dunia, Warga Wae Sano Desak Batalkan Pendanaan Proyek Geothermal

"Kami menegaskan, sudah sejak awal tidak pernah sekalipun memberi persetujuan atas proyek geothermal Wae Sano. Kami sudah menyampaikan hal itu dalam surat yang telah kami kirim kepada Bank Dunia pada Februari 2020 dan Juli 2021," kata salah seorang warga

“Pariwisata Holistik” Keuskupan Ruteng: Antara Kata dan Perbuatan

Keuskupan Ruteng sedang gencar mensosialisasikan konsep pariwisata holistik. Bagaimana sikap Keuskupan Ruteng terhadap sejumlah persoalan krusial yang dinilai berlawanan arah dengan prinsip pariwisata holistik itu?