Jehan dibawa ke Puskesmas Labuan Bajo, namun nyawanya tak tertolong (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Bak disambar petir di siang bolong. Magdalena Ofi, tiba-tiba saja mendapat kabar anak sulungnya, Jefino Jehan Rahmat sudah tak bersuara.

Kabar mengejutkan itu disampaikan Ibil, yang tak lain adik Jehan sendiri, pada Mingggu 18 September jelang petang.

“Mama, mama, tolong Jehan”,teriak Ibil, seperti diceritakan saksi.

Sontak, Magdalena yang sedang mencuci pakaian langsung lari mendatangi tempat Jehan berada.

Belum jelas benar apa yang terjadi di tempat kejadian. Tetapi sejumlah saksi mata mengatakan, sesampai di lokasi di mana Jehan berada, terdengar teriakan histeris dari Magdalena. Ia kemudian terlihat menggendong bocah kelas III SD itu.

Ia berusaha mencari pertolongan ke Puskesmas Labuan Bajo. Sesampai di jalan raya dekat gudang milik Dinas Perhubungan, Manggarai Barat, sebuah mobil melintas.

Mobil distop.Kendaraan itu pun melaju menuju Puskesmas Labuan Bajo. Namun, nyawa Jehan tak tertolong.

Petugas medis yang menangani Jehan mengatakan korban sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

“Sampai di sini,dia sudah tak bernyawa lagi,”ujar Dokter Ermelinda.

Polisi kemudian terlihat mendatangi Puskesmas Labuan Bajo. Mereka langsung melakukan visum terhadap jenasah korban di salah satu ruangan. Usai melakukan visum, beberapa anggota polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Ibu Magdalena dibopong warga karena pingsan tak kuasa menerima anaknya pergi untuk selamanya (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)
Ibu Magdalena dibopong warga karena pingsan tak kuasa menerima anaknya pergi untuk selamanya (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Sementara, Ibu Magdalena terlihat belum bisa menerima anaknya pergi untuk selamanya. Tak kuat ia sempat jatuh pingsan, lalu tersadar kembali.

“Ada apa ini Pak Polisi, kenapa anak saya? Tadi dia hanya jatuh saja,”ujarnya dengan derai air mata.

Beberapa keluarga mencoba menenangkan Magdalena. Namun, ia tetap meronta dan meminta perawat segera menginfus anaknya.

“Tolong bu, infus sudah anak saya. Mengapa kalian cabut lagi infusnya. Tadi pas dia jatuh, saya masih cuci pakian,”katanya.

Sebelumnya bocah berusia 9 tahun itu diketahui bermain bersama rekan-rekan sebayanya di belakang rumah tetangga tepatnya di Kompleks SMIP, kota Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Flores.

Penyebab pasti kematian Jehan, masih diselidiki kepolisian. Hingga pukul 17.00 Wita, jenasah korban belum diantar ke rumah duka di kompleks Padang SMIP.

Saat kejadian ayah korban Lasarus Rahmat yang berprofesi sebagai guide sedang mengantar wisatawan ke wilayah Taman Nasional Komdo (TNK). (Ferdinand Ambo/Floresa)