Sabtu, 23 Oktober 2021

Horor Rabu Malam di Jembatan Wae Mese-Labuan Bajo

Labuan Bajo, Floresa.co – Sekitar pukul 19.00 Wita, Rabu malam, 14 September 2016, kabar mengejutkan datang dari jembatan Wae Mese di Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat – Flores.

Di jembatan yang terletak di jalan utama Trans Flores jalur Ruteng-Labuan Bajo itu, sebuah kecelakaan lalulintas terjadi. Lima orang dilaporkan tewas. Namun, hingga sekitar pukul 23.15 Wita, baru empat orang yang ditemukan karena jasadnya memang tergeletak di jalanan. Sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Empat orang yang teridentifikasi meninggal adalah Florianus Kaing (18), Alfonsius Atu (19), Aris (16) dan Alfridus Masto Putra (17). Sementara satu lagi korban bernama Afri masih dilakukan pencarian.

Akibat kecelakaan ini, ratusan kendaraan dari arah Ruteng terlihat antre di bagian timur jembatan Wae Mese. Dari arah barat jembatan juga ratusan kendaraan berhenti sebelum memasuki jembatan.

Tumpah ruah manusia pun memadati lokasi jembatan. Banyak diantara warga mencoba menerobos garis kuning yang di pasang polisi.

Karena memaksa melintasi police line,banyak warga hampir menginjak otak milik korban yang tercecer.

Meski dilarang untuk menerobos, namun masyarakat terus mendekat sehingga sempat menganggu petugas.

Selain pengguna jalan yang antre, ratusan warga juga sengaja mendatang lokasi kejadian untuk melihat langsung para korban.

Di ujung timur jembatan Wae Mese itu, tepatnya di tepi jembatan, terdapat tiga jenasah terkapar.  Satu jenasah bahkan menggantung di besi pembatas jalan. Dari kepala mereka terlihat darah seger menetes ke badan jalan.

Satu dari keempat orang korban itu, kepalanya terlihat pecah. Akibatnya, otak-otak tercecer ke badan jalan.

Salah satu orang tua yang mendatangi lokasi mengaku satu korban yang belum ditemukan itu merupakan anak kandungnya.

Keyakinannya karena di lokasi kejadian ditemukan sandal milik anaknya. Keyakinan lain, saat ditelepon ke nomor selulernya, sudah tidak aktif.

Orang tua itu,bersama keluarganya terus menangis. Bersama tim Basarnas menelusuri sungai Wae Mese menggunakan alat bantu penerangan untuk mencari korban.Namun, hampir dua jam pencarian, korban tak juga ditemukan.

Dari keempat korban yang teridentifikasi, menurut informasi, dua diantaranya sedang duduk di bangku SMAK di Nggorang.

Tidak jauh dari tiga korban yang tewas di ujung timur jembatan itu, sebuah motor Mio dengan plat DH 4156 MG tergeletak dalam kondisi rusak parah.

Sedangkan motor GL Mak yang juga digunakan korbanya lainya, ikut terseret mobil drumtruck milik pelaku yang telah melarikan diri.

Motor GL Mak itu terseret ke arah Labuan Bajo, tepatnya sebelum jembatan timbang. Di pinggir jalan, sopir melepaskan mobil drumtruck-nya yang bernomir polisi EB 2099 G.

Warga mendatangi lokasi kejadian kecelakaan di jembagtan Wae Mese (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)
Warga mendatangi lokasi kejadian kecelakaan di jembagtan Wae Mese (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Saat melarikan diri dari jembatan Wae Mese,pengguna jalan sempat kaget melihat bara api yang keluar dari bagian depan mobil petaka tersebut.

”Kami tidak tahu kalu itu mobil pelaku. Dia lari dalam keadaan oleng dan berjalan tidak lurus. Di belakang mobil itu, ada mobil yang mengejar,”ujar Stanis Stan, keluarga salah satu korban yang mendatangi lokasi kejadian,setelah mendengar kabar bahwa adik sepupunya nerupakan salah satu korban.

Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur yang sempat berada di lokasi karena kebetulan sedang melintas mengaku turut berduka atas kejadian yang menimpa korban.

Ia menyanyangkan proses evakuasi korban yang terkesan lama, dan membiarkan jasad para korban tergeletak dalam waktu berjam-jam.

”Mestinya Pemda juga ikut membantu evakuasi,sehingga prosesnya cepat. Kasian jasad mereka,sudah berjam-jam tergeletak,”ujar Madur.

Empat jasad korban baru dievakuasi sekitar pukul 23.15 Wita ke Puskesmas Labuan Bajo untuk divisum.(Ferdinand Ambo/Floresa)

- Advertisement -

4 KOMENTAR

  1. turut berduka cita..semoga semua arwah masuk dalam rumah Bapa dan keluarga yang tinggalkan diberi penghiburan. menyedihkan baca jasad korban dibiarkan berjam2, dan Karena memaksa melintasi police line,banyak warga hampir menginjak otak milik korban yang tercecer. duh miris, kenapa pelayanan nya sangat terlambat… semoga kedepannya pelayanan umum dalam hal apapun di tingkatkan..
    bagi kita smeua pengguna jalan hati2 selalu tetap focus agar bisa menggunakan jalan dengan selamat/tidak merugikan orang lain dan diri sendiri…

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga