Syahbandar Labuan Bajo menggelar operasi rutin terhadap kapal pesiar di peraian Labaun Bajo, Manggarai Barat - Flores. Operasi ini digelar tiga kali seminggu (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Syahbandar Labuan Bajo menggelar operasi rutin terhadap kapal pesiar di peraian Labaun Bajo, Manggarai Barat – Flores. Operasi ini digelar tiga kali seminggu.

Operasi rutin ini terdiri dari delapan orang dibawah pimpinan Agus Legimin. Menggunakan kapal jenis spead boat pemburu, delapan personil Syahbandar Labuan Bajo berlayar melakukan operasi penertiban dokumen kapal wisata dan kapal pesiar, sekaligus mengecek perlengkapan keselamatan penumpang.

Pada Selasa 30 Agustus 2016 dari siang hingga petang, Floresa.co berkesempatan mengikuti patroli ini.

Pantauan Floresa.co,beberapa kapal pengangkut wisatawan manca negara dan wisatawan domestik, ditahan untuk diperiksa dokumen serta perlengkapan keselamatan.

“Untuk hari ini, beberapa kapal yang dicek memiliki dokumen dan perlengkapan keselamatan yang lengkap,” kata Agus Legimin, setelah memeriksa beberapa unit kapal saat itu.

Sementara Kepala Syahbandar Labuan Bajo, Usman Husin menyampaikan bahwa operasi penertiban tersebut rutin dilakukan untuk keselamatan di laut.

Tim patroli Syahbandar Labuan Bajo mengecek kelengkapan dokumen sebuah kapal pesiar (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)
Tim patroli Syahbandar Labuan Bajo mengecek kelengkapan dokumen sebuah kapal pesiar (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

“Kami mengharapkan agar semua kapal wisata atau kapal pesiar harus memiliki dokumen yang jelas dan menyediakan alat keselamatan penumpang. Keselamatan penumpang harus diutamakan,” kata Usman.

Disampaikannya, arus lalu lintas kapal di perairan Labuan Bajo saat ini semakin ramai terutama kapal pesiar dan kapal wisata yang mengangkut para wisatawan.

Pihak Syahbandar sendiri kata dia, tetap terus melakukan pemantauan serta operasi di laut untuk mendukung perkembangan potensi pariwisata di daerah itu.

“Operasi selama ini masih banyak kapal-kapal yang beroperasi di perairan laut Labuan Bajo tidak memiliki dokumen”,tandasnya.

Selain kelengkapan dokumen,tim patroli sering menemukan sejumlah kapal yang mengabaikan alat kelengkapan keselamatan.

“Selama tiga kali dalam semingu kita terus melakukan patrori untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)