Rabu, 20 Oktober 2021

BRI Ruteng Klaim Masalah dengan Nasabah yang Uangnya Raib Telah Tuntas

Ruteng, Floresa.co – Pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ruteng, mengklaim masalah dengan salah seorang nasabah yang uangnya hilang sebesar Rp. 4.200.000 sudah selesai dan tidak lagi dipersoalkan oleh nasabah tersebut.

Hal itu disampaikan Heru Sanjaya, Kepala Kantor BRI Cabang Ruteng kepada Floresa.co di ruang kerjanya, Senin awal pekan ini.

“Persoalannya sudah clear. Kami telah berkomunikasi dengan nasabahnya. Saya rasa tidak ada masalah lagi. Semuanya sudah selesai,” ujar Heru, Senin, 29 Agustus 2016.

Sebagaimana diberitakan Floresa.co sebelumnya, Adrianus Bagung, seorang nasabah yang adalah mahasiswa di STKIP Ruteng mengatakan pada Selasa, 23 Agustus 2016 bahwa saldo rekeningnya kosong saat ia hendak mengambil uang di salah satu ATM BRI di kota Ruteng pada 23 juli 2016 lalu.

Padahal, kata dia, saldo tabungan mestinya senilai Rp 4.200.000.

“Saya tidak pernah ambil uang dari ATM selama ini. Saya akhirnya kaget karena uang itu sudah hilang dan saldo kosong,” kata Adrianus kepada Floresa.co.

BACA: Uang Raib dari Rekening, Nasabah Kecewa dengan BRI Ruteng

Lima hari pasca kejadian, lanjutnya, ia bersama keluarga mendatangi kantor BRI Ruteng. Namun penjelasan dari pihak BRI tidak memuaskan dan membuat keluarganya kecewa. Ia pun menilai pihak bank justru membuatnya bingung dan curiga.

“Menurut hasil print out buku tabungan saya di kantor BRI, uang tabungan saya ditransfer ke nomor rekening Bank Mandiri.”

Padahal, kata dia, sejak memiliki ATM BRI, ia tidak pernah memberitahu PIN ATM kepada siapapun. Kemudian, lanjutnya, ia menjadi tambah curiga ketika pihak bank tidak memberitahu nama rekening penerima uang itu, padahal nomor rekeningnya ada.

Paulus Pariman, saudara Adrianus yang juga turut kecewa dengan pihak BRI itu mengungkapkan kekesalannya melalui sebuah tulisan di akun Facebook-nya, Paus Paulus.

“Siapa yang tidak kecewa, pihak BRI tidak memberi solusi. Padahal, kejadiannya sudah hampir satu bulan,” tulis Paul dalam akun Facebook-nya.

Menurut Paul, pihak BRI seolah-olah menganggap remeh masalah ini. “Padahal, ibu dari Adrianus baru-baru ini meninggal. Sementara Adrianus sendiri jatuh sakit akibat uangnya hilang,” ujarnya.

Paul mengatakan, setelah memposting tulisan tersebut di Facebook, ia mengaku mendapat teror dari pihak bank, yang bernama Nurdin, Kepala BRI KCP Borong, Manggarai Timur. “Padahal, saya menulis status karena kecewa dengan BRI,” katanya.

Terpisah, saat dihubungi Floresa.co, Nurdin mengatakan bakal segera menyelesaikan persoalan ini. Namun ia membantah melakukan teror. Menurutnya, Paul hanya salah mengartikan maksud dari penjelasannya.

Terkait postingan Paul di Facebook  ia menjelaskan, “Paul kan pihak ketiga, dia bukan korban. Kemungkinan adiknya salah menyampaikan. Saya upayakan besok duduk bersama kepala BRI Ruteng sehingga segera diselesaikan.”

Ia melanjutkan, “Saya sudah tawarkan Paul ke BRI Cabang. File-filenya sudah ada di bank.”

Menurutnya, persoalan dasarnya pada PIN ATM untuk membuktikan siapa yang menarik uang itu. “Lantas kita perlu kerjasama dengan Bank Mandiri. Kita minta waktu untuk bertemu membahas masalah ini,” kata Nurdin.

Kepada Floresa.co, Heru Sanjaya mengklaim, hingga kini persoalannya sudah selesai. Ia justeru mengaku kecewa dengan Floresa.co, karena menurutnya isi berita yang disajikan tidak sesuai dengan fakta.

Heru menjelaskan, yang ia tahu, Ardianus Bagung  tidak pernah memberi keterangan kepada sejumlah media termasuk Floresa.co. “Saya mau ketemu semua teman-teman media, termasuk nasabah yang hilang uangnya di ATM BRI untuk memberi klarifikasi,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, sebenarnya langkah penyelesaian sudah ada dan hal itu sudah berjalan. “Tolong jangan diperpanjang masalah ini” katanya. “Jangan sampai informasinya menyebar kemana-mana.”

“Saya memahami tugas dan hak-hak wartawan dalam mencari berita. Tetapi jangan lupa kewajibannya, berita harus berimbang,” katanya. “Teman-teman wartawan tega-teganya membuat pernyataan yang dalam tanda kutip bukan dari nasabahnya langsung. Itu yang saya kuatir. Makanya, saya ingin klarifikasi dengan teman-teman semua,” tuturnya.

“Saya bingung dengan teman-teman media. Kenapa nasabah kami tidak pernah diwawancara, tetapi ada pernyataannya di media,” jelasnya.

Nasabah, kata dia, tidak lagi mempersoalkan uang yang hilang itu. “Akan tetapi, yang kami persoalkan adalah berita di media Floresa.co itu,” kata Heru.

Ia juga mengkalim bahwa Nurdin, Kepala BRI Cabang Borong Nurdin tidak pernah diwawancarai oleh Floresa.co.

Terkait tudingan Heru bahwa Floresa.co tidak pernah mewawancarai Adrianus dan Nurdin, redaksi telah berupaya mengklarifikasi hal ini kepada reporter. Dan, reporter yang menulis berita demikian menegaskan, bukti rekaman wawancara masih tersimpan, baik dengan Adrianus maupun dengan Nurdin.

Bahkan,  usai diwawancara, Nurdin sempat mengirim SMS yang isinya menyebut nama lengkap dan gelar serta meminta agar namanya jangan keliru ditulis bila dikutip dalam berita.

Paulus Pariman, kerabat Adrianus yang sebelumnya juga diwawancarai Floresa.co mengatakan, pihak keluarga mereka memutuskan tidak meneruskan persoalan ini.

Kata dia, mereka  tidak tega melihat  Adrianus yang sering pingsan saat menyelesaikan persoalan yang dialaminya. “Dia sudah mendatangi BRI. Pihak BRI meminta dia untuk membuat surat kehilangan di polisi, supaya BRI bisa berkordinasi dengan Bank Mandiri dan bisa membuka CCTV,” jelas Paulus.

“Namun saat ke kantor polisi, Andi (sapaan Adrianus) malah pingsan,” lanjut Paul, Selasa, 30 Agustus.

Ia menjelaskan, pihak keluarga memutuskan untuk lebih mementingkan kondisi fisik Adrianus serta membiarkan uang itu hilang.

“Pertimbangan kita kondisi kesehatan si Andi. Daripada hanya karena uang 4 juta lebih, nyawa dia bisa terancam dan sering jatuh sakit,” katanya.

“Andi itu anaknya lugu,apalagi berhadapan dengan polisi, pasti dia takut. Makanya, kita ihklaskan saja serta tidak mau mempersoalkan kembali,” ujarnya.

Ia pun mengonfirmasi bahwa Andi pernah diwawancarai. “Saya sengaja meminta media wawancarai Andi. Saya sendiri mendampingi media, menelpon adik saya supaya persoalannya cepat ditangani,” katanya.

Namun demikian, saat ini, kata Paul, kondisi fisik adiknya yang menurun lantaran sering pingsan membuat keluarga memilih untuk lebih fokus mengurus Andi.

“Semata-mata kita lebih prioritaskan kesehatan dia. Soal uang, kita bisa cari kembali guna membiayai perkualiahannya,” katanya.

Floresa.co juga sudah berupaya mengonfirmasi ke Adrianus soal pernyataan Heru, di mana Adrianus membantah bahwa ia menyatakan tidak pernah diwawancara.

“Saya tidak pernah menyatakan bahwa saya tidak diwawancarai,” katanya kepada Floresa.co, Kamis, 1 September.

“Saya pernah diwawancarai terkait masalah uang hilang ini,” lanjut tegas, ketika dikonfrontasikan dengan klaim Heru Sanjaya.

Ia juga menjelaskan, seorang petugas dari BRI Ruteng baru saja menghubunginya untuk menemui pihak bank pada Jumat esok, 2 September.

“Namun, saya belum tahu, apa maksud pertemuan esok,” katanya.  (Ronald Tarsan/Ferdinand Ambo/ARL/Floresa)

- Advertisement -

Baca Juga